kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Rata-rata Porsi Pendapatan Konsumen yang Digunakan untuk Konsumsi Naik di Maret 2022


Minggu, 10 April 2022 / 12:30 WIB
ILUSTRASI. Bank Indonesia


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi atau average propensity to consume ratio terpantau meningkat pada Maret 2022.

Bank Indonesia (BI) mencatat, average propensity to consume ratio pada bulan laporan sebesar 74,4%, atau naik tipis dari 74,0% pada bulan Februari 2022.

“Berdasarkan kelompok pengeluaran, rata-rata porsi konsumsi terhadap pendapatan tercatat meningkat pada sebagian besar kategori pengeluaran,” tulis Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam laporannya, Jumat (8/4).

Erwin memerinci, peningkatan terutama terlihat pada responden dengan pengeluaran Rp 2,1 juta hingga Rp 3 juta per bulan.

Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina Berpotensi Tekan Volume Ekspor, Ini Strategi BI

Sejalan dengan hal tersebut, rata-rata rasio pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) tercatat sebesar 15,9% atau naik tipis dari 15,7% pada bulan sebelumnya.

Ini juga meningkat pada mayoritas kategori pengeluaran, tertinggi pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta per bulan.

Sebaliknya, rata-rata rasio pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) pada Maret 2022 nampak melemah, terpantau sebesar 9,7% atau menurun dari 10,3% pada Februari 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×