kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.058   50,00   0,28%
  • IDX 6.270   35,66   0,57%
  • KOMPAS100 822   4,26   0,52%
  • LQ45 627   3,11   0,50%
  • ISSI 217   0,85   0,40%
  • IDX30 352   2,10   0,60%
  • IDXHIDIV20 432   1,75   0,41%
  • IDX80 94   0,41   0,44%
  • IDXV30 119   0,32   0,27%
  • IDXQ30 112   0,43   0,39%

Rasio Utang RI Meningkat, Namun Belum Masuk Zona Merah


Minggu, 20 Februari 2022 / 20:14 WIB
ILUSTRASI. Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai, kenaikan utang Indonesia masih di tahap aman bila dibandingkan dengan negara-negara lain.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia mengingatkan, peningkatan utang untuk penanganan pandemi Covid-19 ini bila tidak ditangani dengan tepat akan menjadi pemulihan ekonomi dalam jangka panjang. 

Indonesia termasuk salah satu negara yang utangnya meningkat  untuk mengkerdilkan efek pandemi terhadap perekonomian. Alhasil, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kini mencapai 41%. 

Namun, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memandang, peningkatan utang ini masih di tahap aman bila dibandingkan dengan negara-negara lain.  “Kalau dilihat dari komposisi utang ke PDB di seluruh negara di dunia, Indonesia termasuk negara yang rasio utangnya relatif masih sangat rendah,” ujar Riefky kepada Kontan.co.id, Minggu (20/2). 

Baca Juga: Bank Dunia: Utang Tersembunyi Jadi Risiko Ekonomi Jangka Panjang

Riefky mengatakan, negara-negara sebaya sebagian besar rasio utang terhadap PDB bahkan bisa tembus 50%. Dengan demikian, Indonesia masih belum masuk ke zona merah. 

Meski begitu, Indonesia tak boleh jemawa. Indonesia harus tetap mulai menurunkan rasio utang terhadap PDB, salah satunya dengan melakukan konsolidasi fiskal yang memang sudah direncanakan oleh pemerintah. 

“Dalam hal ini pemerintah sudah berencana meningkatkan penerimaan pajak dan efisiensi belanja termasuk subsidi. Itu sangat berguna untuk penurunan utang,” tambah Riefky. 

Selain itu, perbaikan institusi dan kelembagaan juga perlu dilakukan karnea pengaruhnya ke peningkatan peringkat utang. Menurut Riefky, ini bisa membantu meringankan beban utang dan bunga utang ke depan. 

Baca Juga: Meski Makin Membesar, Tingkat Utang Indonesia Dinilai Masih Aman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×