kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.061   61,00   0,34%
  • IDX 5.734   -206,81   -3,48%
  • KOMPAS100 757   -28,35   -3,61%
  • LQ45 570   -18,92   -3,21%
  • ISSI 199   -6,89   -3,34%
  • IDX30 323   -10,54   -3,16%
  • IDXHIDIV20 402   -10,51   -2,55%
  • IDX80 86   -3,16   -3,56%
  • IDXV30 110   -3,44   -3,03%
  • IDXQ30 105   -3,15   -2,92%

Rapat kasus Bank Century kembali digelar


Rabu, 29 September 2010 / 11:11 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Hari ini Tim Pengawas (timwas) Bank Century kembali menggelar rapat. Kali ini, peserta rapat dari pemerintah hadir semuanya, diantaranya Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Plt Jaksa Agung Darmono dan Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani.

Namun, rapat kali ini, pemerintah meminta rapat digelar secara tertutup. Patrialis beralasan, data-data yang akan dibeberkan dalam rapat nanti seperti aset Bank Century yang berada di luar negeri bersifat rahasia. "Harusnya jumlah sekian, tapi ternyata lebih kecil. Karena tidak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang berkepentingan terhadap aset itu," ujarnya kepada pimpinan rapat Marzuki Alie, Rabu (29/9).

Sayangnya, permintaan itu bertepuk sebelah tangan. Anggota timwas DPR Fachri Hamzah beralasan rapat bukan membahas soal aset Bank Century melainkan sistem kerja untuk mengejar aset bekas pemilik Bank Century. "Kalau data-data nya sudah ada setahun lalu," ujar Fachri.

Akhirnya, Marzuki memutuskan menolak permintaan tersebut. Cuma, ia akan memberikan kesempatan rapat dilakukan secara tertutup bila ada pengungkapan data-data yang bersifat rahasia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×