kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Rapat kasus Bank Century kembali digelar


Rabu, 29 September 2010 / 11:11 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Hari ini Tim Pengawas (timwas) Bank Century kembali menggelar rapat. Kali ini, peserta rapat dari pemerintah hadir semuanya, diantaranya Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Plt Jaksa Agung Darmono dan Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani.

Namun, rapat kali ini, pemerintah meminta rapat digelar secara tertutup. Patrialis beralasan, data-data yang akan dibeberkan dalam rapat nanti seperti aset Bank Century yang berada di luar negeri bersifat rahasia. "Harusnya jumlah sekian, tapi ternyata lebih kecil. Karena tidak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang berkepentingan terhadap aset itu," ujarnya kepada pimpinan rapat Marzuki Alie, Rabu (29/9).

Sayangnya, permintaan itu bertepuk sebelah tangan. Anggota timwas DPR Fachri Hamzah beralasan rapat bukan membahas soal aset Bank Century melainkan sistem kerja untuk mengejar aset bekas pemilik Bank Century. "Kalau data-data nya sudah ada setahun lalu," ujar Fachri.

Akhirnya, Marzuki memutuskan menolak permintaan tersebut. Cuma, ia akan memberikan kesempatan rapat dilakukan secara tertutup bila ada pengungkapan data-data yang bersifat rahasia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×