kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Ramalan Epidemiolog: Lonjakan Kasus Covid-19 Terjadi 2 Minggu-1 Bulan usai Lebaran


Jumat, 08 April 2022 / 08:55 WIB
ILUSTRASI. memprediksi, potensi lonjakan kasus usai masa mudik Lebaran tahun ini dapat terjadi sekitar 2 minggu sampai 1 bulan. ANTARA FOTO/Novrian Arbi


Sumber: Kompas TV | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Jalur pemudik dari keberangkatan hingga ke tempat tujuan yang berpotensi keramaian atau penularan virus juga harus diidentifikasi dan diperkuat. 

Ketika transit atau di rest area misalnya, bisa dibuatkan aturan agar tidak berlama-lama untuk menghindari keramaian. 

Tempat wisata di perjalanan atau tempat tujuan juga perlu mendapat perhatian. 

"Karena potensi tertular ini bisa di perjalanan, perlu adanya penguatan aspek skrining para pemudik dan adanya protokol kesehatan yang diterapkan," ujar Dicky.

Peran pemerintah daerah yang menjadi tempat tujuan pemudik juga penting. Ini untuk memastikan warganya dapat melengkapi status vaksin hingga dosis ketiga atau booster.

Baca Juga: Datar Terbaru Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022, Cek SKB 3 Menteri Ini

Menurut Dicky, pemerintah daerah bisa membuka sentra vaksin bagi pemudik yang belum melengkapi vaksinasi hingga dosis ketiga. 

Hal ini untuk meningkatkan kekebalan pemudik yang kembali ke kota dalam arus balik Lebaran 2022.

"Jadi yang tadinya orang mudik belum vaksin lengkap, ketika dia balik dia sudah vaksin lengkap. Ini akan sangat mengurangi potensi lonjakan," ujar Dicky.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.tv, berjudul: Epidemiolog Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Terjadi 2 Minggu hingga 1 Bulan usai Lebaran

Penulis : Johannes Mangihot
Editor : Vyara Lestari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×