CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Purbaya Ingin Kepemilikan SBN Domestik RI Mendekati Jepang


Kamis, 03 September 2026 / 14:13 WIB
Purbaya Ingin Kepemilikan SBN Domestik RI Mendekati Jepang
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah ingin meningkatkan porsi kepemilikan surat berharga negara (SBN) oleh investor domestik hingga mendekati posisi Jepang.

Purbaya menyebut saat ini sekitar 87,5% surat utang pemerintah Indonesia telah dipegang oleh investor domestik. Menurutnya, komposisi tersebut memberikan keuntungan dari sisi stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar.

Dia membandingkan kondisi tersebut dengan Jepang yang sekitar 95% surat utangnya dipegang oleh investor domestik.

Menurut Purbaya, Indonesia ingin bergerak menuju struktur kepemilikan yang lebih banyak ditopang oleh investor dalam negeri.

"Jepang pintar juga tuh, dia 95% dipegang domestic player, kita kan pengen ke sana dulu," ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Tok! Purbaya Bebaskan Pajak Bunga SBN Valas Domestik hingga Akhir 2026

Purbaya menilai tingginya kepemilikan domestik dapat membantu menjaga stabilitas rupiah. Hal ini berbeda dengan kondisi sebelumnya ketika porsi kepemilikan asing atas SBN Indonesia jauh lebih besar.

Dia mengingatkan bahwa ketika investor asing menguasai porsi besar surat utang pemerintah, gejolak di pasar global dapat lebih mudah berdampak terhadap pasar keuangan domestik.

"Waktu asing pegang 39% dari surat utang kita, digoyang dikit udah rupiah nggak terkendali segala macam," kata Purbaya.

Menurutnya, meningkatnya porsi investor domestik membuat struktur pembiayaan pemerintah menjadi lebih stabil karena risiko keluarnya dana secara besar-besaran dari pasar domestik dapat lebih terkendali.

Selain itu, Purbaya menilai pembayaran bunga utang kepada investor domestik memiliki dampak ekonomi yang berbeda dibandingkan pembayaran kepada investor asing. Sebab, dana tersebut tetap berputar di dalam negeri.

Baca Juga: Pemerintah Perkirakan Suku Bungan SBN 10 Tahun di 6,9% dalam RAPBN 2027

Dia menyebut penerima pembayaran bunga tersebut antara lain pemain dana pensiun dan investor domestik lainnya. 

Dana yang kembali ke perekonomian domestik tersebut dinilai dapat memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi.

"Jadi itu secara nggak langsung juga memberi stimulus kepada ekonomi, jadi uangnya nggak lari ke luar, tapi masuk ke dalam," katanya.

Purbaya bahkan menyebut pembayaran bunga utang kepada investor domestik sebagai semacam "stimulus terselubung".

Menurutnya, besarnya pembayaran utang pemerintah tidak otomatis mengganggu perekonomian apabila sebagian besar pembayaran tersebut diterima oleh pelaku ekonomi domestik.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Tantangan Ekonomi di 2027, Ketidakpastian Global Masih Tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×