kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.020   50,00   0,29%
  • IDX 6.993   -33,36   -0,47%
  • KOMPAS100 965   -5,69   -0,59%
  • LQ45 707   -7,30   -1,02%
  • ISSI 250   -0,81   -0,32%
  • IDX30 389   0,02   0,01%
  • IDXHIDIV20 483   0,01   0,00%
  • IDX80 109   -0,96   -0,88%
  • IDXV30 133   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 127   -0,25   -0,20%

Punya wewenang baru, BKF berharap penerimaan pajak bisa maksimal


Rabu, 12 Januari 2011 / 14:55 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) berharap pelimpahan fungsi regulasi perpajakan ke lembaganya bisa mengurangi kebocoran penerimaan negara. Selain itu, BKF berharap dengan kewenangan baru ini bisa mendorong dan melahirkan kebijakan strategis untuk memaksimalkan penerimaan pajak.

Pjs Kepala BKF Agus Suprijanto mengatakan, pemindahan kewenangan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak ini merupakan bagian dari pembenahan sistem yang ada selama ini. “Mudah-mudahan dan harapannya bisa mengurangi kebocoran dan memaksimalkan pemerimaan negara yang selama ini mungkin belum maksimal,”katanya, Rabu (12/1).

Seperti diketahui, pemerintah menyerahkan fungsi regulasi Ditjen Pajak kepada BKF akhir 2010 lalu. BKF akan berfungsi sebagai pembuat kebijakan perpajakan, dan Ditjen Pajak mengurusi operasional pajak. Direktur Jenderal Pajak M. Tjiptardjo mengatakan, kewenangan Ditjen Pajak nanti antara lain hanya meliputi pengaturan faktur pajak dan bagaimana cara memeriksa objek pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×