kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Punya pesawat presidenan, negara hemat US$ 32 juta


Kamis, 09 Februari 2012 / 18:11 WIB
ILUSTRASI. Pohon tanaman kaktus mini untuk souvenir pernikahan. Salah satu pelaku bisnis ini adalah Hadi Nugraha, pemilik Fuerte Garden asal Lembang, Jawa Barat. Dok. instagram Fuerte Garden


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah ngotot memiliki pesawat Kepresidenan sendiri, meski harganya tidak murah. Alasannya, dengan punya pesawat Kepresidenan sendiri negara bisa berhemat sampai US$ 32,1 juta.

"Membeli lebih efektif dan efisien ketimbang carter," kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Sesmensetneg) Lambock V. Nahattands, Kamis (9/2).

Menurutnya, selama ini untuk mendukung transportasi kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono dengan menggunakan pesawat RJ-85 buatan 1993, serta mencarter pesawat reguler armada Garuda Indonesia.

"Setelah dilakukan evaluasi antara lain risiko keamanan, biaya carter pesawat 2005-2009, serta dengan memperhatikan berbagai pertimbangan maka memutuskan untuk membeli," katanya.

Sejauh in, anggaran untuk mencarter pesawat tahun 2005 sampai 2009 mencapai Rp 813 miliar atau rata-rata pertahun sebesar Rp 162 miliar. Kalau menggunakan skema perbandingan biaya lima tahun pertama, yakni 2011 sampai 2015. Biaya pembelian pesawat serta biaya operasional dan maintenance lebih besar US$ 48 juta. Tetapi pemerintah memiliki aset pesawat (nilai buku) US$ 80 juta, sehingga menghemat anggaran sebesar US$ 32,1 juta.

Kalau perbandingan biaya 10 tahun pertama, artinya tahun 2011 sampai 2020. Biaya membeli pesawat serta biaya operasional dan maintenance lebih besar US$ 2,7 juta. Tetapi, pemerintah memiliki aset pesawat (nilai buku) US$ 67,7 juta sehingga mampu berhemat anggaran sebesar US$ 64,9 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×