kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PU Bangun 11 Waduk di 2014


Jumat, 14 September 2012 / 06:21 WIB
ILUSTRASI. Karyawan memakai alat pelindung diri (APD) di sebuah toko ritel penjual perkakas, di Jakarta Timur, Selasa (9/6/2020). Tribunnews/Herudin


Reporter: Arif Wicaksono | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Pemerintah punya angan-angan untuk mewujudkan surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014. Target swasembada pangan ini tidak mudah karena masih terkendala belum optimalnya irigasi, ancaman kekeringan di musim kemarau sampai masifnya alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan.

Salah satu upaya meminimalisasi dampak kekeringan seperti yang terjadi saat ini, pemerintah menyiapkan pembangunan 11 waduk mulai tahun depan. Anggaran untuk pembangunan setiap waduk berkisar Rp 200 miliar hingga Rp 600 miliar. Waduk tersebut akan dibangun di Nanggroe Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Barat dan Jawa.

Eko Subekti, Direktur Bina Program Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengatakan, pembangunan waduk guna mengantisipasi musim kering serta program swasembada beras. "Saat ini terdapat 286 waduk di seluruh di Indonesia dan berkontribusi 11% terhadap pengairan lahan pertanian," katanya kemarin.

Menurut Eko, proyek waduk dilengkapi dengan pengembangan saluran irigasi. Untuk itu, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6,6 triliun untuk irigasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×