kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Proyek air bersih 15.000 desa proyek padat karya


Selasa, 19 Desember 2017 / 14:14 WIB
Proyek air bersih 15.000 desa proyek padat karya

Berita Terkait

Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus meningkatkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas III), program yang digagas sejak tahun 2008. Hingga tahun 2016, Pamsimas III telah menjangkau 12.000 desa dengan memberikan manfaat akses air minum untuk 10,3 juta jiwa dan untuk sanitasi bagi 10,6 juta jiwa.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Anita Firmanti bilang di tahun 2017 Pamsimas III telah dilaksanakan di 4.583 desa. Nah untuk tahun 2018-2020 PUPR menargetkan 15.000 desa yang akan kembali disasar dengan target 12 juta jiwa yang akan diberikan manfaat.

"Program ini akan menyasar pada masyarakat desa yang membutuhkan akses air minum dan sanitasi," kata Anita, Selasa (19/12).

Dirjen Cipta Karya PUPR, Sri Hartoyo mengatakan pemerintah akan melakukan intervensi pembangunan akses air minum dan sanitas bagi desa yang mempunyai masalah. Akan dilakukan prioritas pemerataan pada desa yang bermasalah.

"Tidak semua desa bermasalah dari sisi infrastruktur air minum dan sanitasi, pokoknya akan disesuaikan dengan kondisi daerah setempat. Jadi money follow program,"kata Sri.

Ia mengimbuh, program ini juga akan diintegrasikan dengan program padat karya tunai di desa di tahun 2018. Sejalan dengan program tersebut, di awal tahun Pamsimas akan memprioritaskan pembangunan pada 100 desa di 10 kabupaten yang masuk dalam kategori stunting.

Dia bilang, pembangunan program sanitasi dan air minum ini membutuhkan anggaran senilai Rp 300 juta per desa. Anggaran tersebut bersumber dari APBN, hibah maupun sumber dana yang lain.

Mulai tahun depan, 30% dari anggaran tersebut akan masuk untuk meningkatkan program cash for work untuk mendorong lapangan pekerjaan di desa.

"Pembangunan ini akan dilakukan kolaboratif dengan kementerian lain, kita kerjasama."


 



Video Pilihan

TERBARU

×