Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Segerombolan orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Progress98 menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (4/8). Kedatangan kelompok tersebut bahkan sempat membuat suasana rusuh.
Mereka datang dengan tujuan melapor sejumlah kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi). Beberapa kasus yang dilaporkan yakni tiga rekening gratifikasi Jokowi, kasus dugaan korupsi 12,4 APBD Solo ketika Jokowi menjabat sebagai Wali Kota, kasus Bus Transjakarta senilai Rp 1,5 triliun, dan kasus rekening Jokowi di luar negeri senilai US$ 8 juta.
Selain itu, kelompok tersebut juga melaporkan kasus dugaan korupsi dalam penerbitan Surat keterangan Lunas (SKL) terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang diduga melibatkan Megawati Soekarnoputri.
Massa yang dipimpin Faisal Assegaf mendatagi KPK sekitar pukul 14.00 WIB. Tampak pula salah satu tim kampanye nasional Prabowo-Hatta, Eggi Sudjana bersama kelompok tersebut.
Sempat terjadi kericuhan lantaran beberapa orang dari kelompok tersebut tiba-tiba memaki seorang wartawan televisi nasional yang kecewa terhadap pemberitaan televisi tersebut yang menyebut demonstran Progress98 yang melakukan demonstrasi beberapa waktu lalu, sebagai pendemo bayaran.
Sejumlah petugas keamanan KPK dan Polisi melerainya kericuhan tersebut. Sang wartawan kemudian memperlihatkan bukti video rekaman yang menujukkan bahwa dua orang pendemo mengakui dijanjikan uang Rp 80 ribu, saat ditanya pihak kepolisian.
Kala itu, demonstrasi juga berlangsung ricuh. Oleh karena itu demonstrasi tersebut dibubarkan. Pendemo sempat bertahan sebelum diberikan uang Rp 50 ribu oleh polisi sebagai ongkos pulang.
Usai membuat kericuhan dengan wartawan, kelompok Progress98 yang langsung memasuki ruang bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK. Mereka pun mendesak untuk bertemu dengan pimpinan KPK. Namun akhirnya, Juru Bicara KPK Johan Budi menemui kelompok tersebut.
Para pelapor kembali membuat kericuhan dengan berteriak-teriak saat Johan menghampiri. Bahkan tiga orang lainnya sempat ingin mengarahkan kepalan tangannya ke Johan. Faizal dan kawan-kawannya tersebut menuding KPK hanya mengancam demonstran dan menyebut KPK melindungi Megawati Soekarnoputri.
Mendengar umpatan dari Faizal, Johan kaget dan sedikit menahan emosi. Johan sempat kembali bertanya kepada Faizal soal ancaman tersebut. Pertanyaan Johan sontak membuat Faizal semakin meledak.
"Ini seolah-olah Jokowi kebal hukum, Megawati seolah-olah kebal hukum. Komisioner KPK jangan hanya sekedar ngomong di media massa. Harus tindak lanjut laporan kami. Kami punya bukti makanya laporan kami sampaikan," kata Ketua Progres 98, Faisal Assegaf.
Faizal dan tiga kawan yang masih bernafsu terus mengumpat hingga akhirnya dilerai oleh polisi. Faizal dan kawan-kawan akhirnya memasuki ruang konferensi pers bersama Johan untuk mengklarifikasi hal-hal yang dipermasalahkan kelompok tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













