kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Program reforma agraria libatkan sektor swasta


Jumat, 16 Juni 2017 / 08:30 WIB
Program reforma agraria libatkan sektor swasta


Reporter: Agus Triyono, Ramadhani Prihatini | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah akan melibatkan pengusaha dalam program reforma agraria. Nantinya, para pengusaha diminta menyerap produk pertanian yang diproduksi masyarakat penerima lahan dalam program reforma agraria.

Menteri Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kementeriannya telah berkomunikasi dengan pengusaha terkait rencana pelibatan swasta dalam program reforma agraria.

Menurut Darmin, para pengusaha menyambut positif rencana ini. Bahkan, para pengusaha bersedia menyiapkan benih untuk masyarakat. "Mereka bilang, coba saja pemerintah cari tanah, sediakan petani, sementara benihnya pengusaha yang urusi, nanti hasilnya pengusaha yang menyerap," kata Darmin, Kamis (16/6).

Darmin menambahkan, bila hanya redistribusi aset saja tanpa pembukaan akses pasar, maka para petani akan kesulitan menjual hasil produksinya. Pemerintah akan mulai mendistribusikan lahan ke masyarakat dalam program reforma agraria setelah Idul Fitri 2017.

Rencananya pemerintah akan membagikan lahan seluas 21,1 juta hektare (ha) ke masyarakat yang dibagi dalam beberapa konsentrasi.

Head of Investor Relations PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) Michael Kesuma bilang, pihaknya bersedia membantu pemerintah jika memang sawit menjadi salah satu komoditas yang menjadi pilihan petani dalam program reforma agraria.

Jika pemerintah menawarkan skema yang saling menguntungkan seperti pertanian plasma, Sampoerna Agro bersedia menyerap hasil produksi petani. "Jika hubungannya saling menguntungkan semua pihak kami siap membantu pemerintah," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×