kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Produksi Dalam Negeri Kurang, Pemerintah Tetap Perlu Impor Daging dan Susu untuk MBG


Minggu, 01 Februari 2026 / 16:44 WIB
Produksi Dalam Negeri Kurang, Pemerintah Tetap Perlu Impor Daging dan Susu untuk MBG
ILUSTRASI. Target program MBG 2026 (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) mengakui bahwa produksi daging dan susu lokal belum memenuhi untuk mendukung sepenuhnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Sekretaris Jenderal PPSKI Robi Agustiar mengatakan saat ini saja produksi susu lokal hanya mampu mensuplai 18-20% kebutuhan nasional. 

Dengan kondisi seperti ini, menurutnya peternak lokal hanya mampu mendukung 30% -40% produksi mereka kepada dapur MBG. 

"Peternak hanya perlu diperhatikan kemasan, logistik dalam penyaluran ke sekolah yang memerlukan rantai dingin untuk komoditas susu," ujar Robi pada Kontan.co.id, Minggu (1/2/2026). 

Lebih lanjut, produksi daging lokal sendiri hanya mampu mensuplai sebanyak 50-53% saja dari seluruh kebutuhan dalam negeri. Kemudian sisanya pemerintah melalui pengusaha melakukan importasi dari pihak luar. 

Baca Juga: Dukung MBG, Bulog Siap Pasok Beras Berkualitas

Robi juga mengakui kesulitan mendukung program MBG lantaran biaya protein MBG cukup kecil lantaran disetarakan dengan harga telur dan daging ayam. 

"Jadi daging bisa disesuiakan menunya misalnya 2-3 x perbulan, dan apabila di wilayah sentra daging rasanya cukup memasok hingga 40-50% dr kebutuhan MBG," jelasnya. 

Diketahui, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diklaim telah menjangkau 60 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak-anak, ibu hamil hingga lansia. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program ini turut berdampak pada tumbuhnya ekonomi rakyat termasuk meningkatkat penghasilan UMKM. 

Baca Juga: Tahun 2026, BGN Targetkan Bangun 33.000 Dapur MBG

Menurutnya, saat ini sudah ada 68.551 pemasok bahan baku baik dari UMKM hingga koperasi yang dilibatkan menjadi mitra Badan Gizi Nasional. 

"Supplier bahan baku ada 68.551, saudara tahu dong satu supplier itu kan UMKM berapa banyak yang kerja disitu," ungkap Zulhas. 

Zulhas turut menegaskan bahwa MBG ini turut membuka sebanyak 924.424 lapangan kerja bagi masyarakat di Indonesia. Selain itu, BGN juga tengah memproses pengangkatan P3K sebanyak 32.000 orang di instansi tersebut. 

Baca Juga: Targetkan 82,9 Juta Penerima MBG pada 2026, BGN Optimis Bulan Mei Sudah Tercapai

Selanjutnya: Menimbang Potensi Calon Kandidat Pimpinan Bursa Efek Indonesia

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×