kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.976   84,00   0,47%
  • IDX 5.896   -204,86   -3,36%
  • KOMPAS100 768   -27,83   -3,50%
  • LQ45 581   -17,43   -2,91%
  • ISSI 204   -7,32   -3,46%
  • IDX30 329   -9,33   -2,76%
  • IDXHIDIV20 403   -9,08   -2,20%
  • IDX80 87   -3,11   -3,45%
  • IDXV30 109   -2,02   -1,82%
  • IDXQ30 105   -2,37   -2,20%

Presiden Dukung Sistem Proporsional Terbuka


Rabu, 13 Agustus 2008 / 17:46 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro | Editor: Test Test

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung langkah partai politik yang menerapkan sistem pemilihan calon legislatif berdasarkan suara terbanyak tanpa nomor urut. "Saya pribadi dan posisi pemerintah sama dengan pandangan ini dengan menuju sistem proporsional terbuka atau suara terbanyak tanpa nomor urut," tuturnya dalam keterangan pers di halaman Istana Merdeka, Rabu (13/8). 
 
Menurut presiden, sejak semula sikap dan usulan pemerintah memang mengarah pada pada sistem tersebut. Sebab, sistem ini dinilai lebih adil dan demokratis. Karena memberikan kesempatan yang sama kepada calon legislatif. Selain itu, konstituen atau masyarakat juga dapat lebih terwakili

Penetapan sistem proporsional terbuka tanpa nomor urut juga merupakan langkah maju dalam perkembangan demokrasi di Indonesia. Presiden mengungkapkan, sejak dua tahun lalu, ia sudah sepakat dengan sistem proporsional terbuka. Namun karena dinamika politik yang terjadi di DPR, sistem ini sempat kandas "Dua tahun yang lalu di hadapan Kaukus Parlemen Perempuan saya sampaikan, saya pribadi dan posisi pemerintah sama dengan pandangan ini," ujar Presiden. 

Presiden juga menjelaskan, sistem proporsional terbuka tanpa nomor urut dapat menghilangkan dikotomi antara lelaki dan perempuan, tua dan muda. "Siapa pun yang mau jadi anggota DPR atau DPRD harus berjuang," tambah Presiden.
 
Dengan model suara terbanyak, lanjut Presiden, calon legislatif harus berjuang untuk meyakinkan masyarakat tentang komitmen mereka, sehingga masyarakat betul-betul yakin bahwa wakil rakyat yang mereka pilih memang berjuang untuk kepentingan rakyat dan bukan untuk kepentingan partai semata.
 
Sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Yudhoyono juga menyatakan partainya sepakat dengan sistem proporsional terbuka tanpa nomor urut "Saya sudah dapat laporan apa yang dilakukan partai lain. Jadi yang dipilih berdasarkan suara terbanyak dan itu yang dilakukan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×