kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Presiden Batal Bertemu Tim Delapan


Senin, 16 November 2009 / 13:32 WIB
Presiden Batal Bertemu Tim Delapan


Reporter: Hans Henricus | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Sedianya Tim Delapan atau Tim Independen Verifikasi Fakta dan proses hukum dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, akan menyerahkan hasil rekomendasi mereka kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini, Senin (16/11). Sayangnya, rencana itu batal.


Menurut Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, penyerahan rekomendasi itu batal lantaran Presiden baru saja kembali dari KTT APEC di Singapura dan harus melakukan evaluasi internal terhadap masalah-masalah yang timbul belakangan ini. "Pada siang hari ini sampai malam, beliau akan lakukan konsolidasi dulu terhadap pekerjaan yang ditinggalkan selama seminggu ini," ujar Djoko seusai menjemput Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (16/11).


Karena itu, menurut Djoko, Presiden menyarankan agar pertemuan dengan Tim Delapan digelar besok pagi (Selasa, 17/11) di Istana Negara. "Jadi agenda beliau hari ini untuk me-review kerjaan yang ditinggal selama satu minggu," jelas Djoko.


Sesuai dengan kesepakatan awal, Tim Delapan memang akan menyerahkan rekomendasi final langsung kepada Presiden. Adapun rekomendasi awal yang rampung pekan lalu diserahkan pada Presiden melalui Menkopolhukam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×