kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.894   36,00   0,20%
  • IDX 6.064   -52,61   -0,86%
  • KOMPAS100 794   -0,99   -0,12%
  • LQ45 598   -1,14   -0,19%
  • ISSI 211   -2,35   -1,10%
  • IDX30 338   -0,41   -0,12%
  • IDXHIDIV20 414   -1,76   -0,42%
  • IDX80 90   -0,14   -0,15%
  • IDXV30 111   -0,92   -0,82%
  • IDXQ30 108   0,07   0,07%

Prabowo & Jokowi persoalkan layak tidaknya orang partai pimpin lembaga negara


Kamis, 17 Januari 2019 / 22:06 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasangan calon nomor urut 02 pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mempertanyakan proses rekruitment jajaran pejabat pemerintah Joko Widodo yang terkesan menitikberatkan orang partai.

Jokowi membalas, hal tersebut sejatinya bukan jadi masalah asal orang tersebut memang terbukti berprestasi dan tepat.

Sesi debat tersebut dimulai saat pertanyaannya itu dilontarkan oleh Sandiaga yang menilai peraturan yang ada saat ini relatif tumpang tindih dan memberikan kesan menguntungkan birokrat tertentu.

"Bagaimana menanggapi tumpang tindih hukum dan penunjukan aparat hukum yang berafiliasi politik? " tanyanya, Kamis (17/1).

Jokowi menjawab salah satu tokoh politik berafiliasi partai dengan kinerja bagus adalah Jaksa Agung Baharuddin Lopa dari PPP. "Kenapa bedakan partai dan non partai yang penting orangnya tepat," katanya.

Kemudian terkait tumpang tindih hukum, cawapres Paslon 2 Ma'aruf Amin menyebutkan program mereka kedepan adalah melanjutkan reformasi di bidang hukum secara tetap "Salah satunya penataan regulasi," katanya.

Caranya dengan menghilangkan yang tumpang tindih dan membuat regulasi yang memudahkan rakyat dan beri peluang investasi dan pengembangan UKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×