kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

PPP: Sri Mulyani bisa dipertimbangkan untuk tetap jadi menteri di periode kedua


Selasa, 15 Oktober 2019 / 16:32 WIB
ILUSTRASI. PPP menilai Sri Mulyani bisa dipertimbangkan untuk tetap jadi menteri di periode kedua


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani dinilai layak untuk tetap menjabat sebagai menteri di periode kedua pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Hal itu diungkapkan oleh PPP yang merupakan salah satu partai koalisi dalam pemilihan presiden 2019-2024 lalu. PPP melihat kinerja menteri yang pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut cukup baik.

"(Sri Mulyani) Salah satunya yang bisa dipertimbangkan karena kinerja juga lumayan," ujar Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (15/10).

Baca Juga: Sri Mulyani blokir 325 importir nakal, lima di antaranya dicabut izinnya

Meski begitu Awiek, sapaan Baidowi, bilang keputusan soal menteri merupakan hak prerogatif presiden. Oleh karena itu presiden yang berwenang untuk menentukan pembantunya di kabinet.

Selain itu ia pun meyakini presiden memiliki indikator tertentu untuk menilai kinerja menterinya. Hal itu akan menjadi penilaian dalam kinerja selama 5 tahun periode pertama.

Namun, PPP juga sebelumnya pernah bertemu dengan Jokowi. Meski tidak meminta pos menteri tertentu, Awiek bilang PPP menyampaikan posisi yang kerap diisi oleh kader PPP dalam kabinet. "Misalnya pos Menteri Agama, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Sosial, maupun Menteri Perumahan Rakyat," terang Awiek.

Baca Juga: Pasar Berharap Tim Ekonomi Kabinet Jokowi Tak Didominasi Politisi

Selain posisi tersebut, PPP juga pernah mengisi sejumlah kementerian lain pada awal masa reformasi. Antara lain adalah Menteri Investasi dan Menteri Pangan dan Hortikultura. Meski begitu Awiek bilang tidak akan memaksakan pos kementerian tertentu. Ia menegaskan bahwa hal itu merupakan kewenangan presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×