kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PLTU Batang bulan depan mulai dibangun


Selasa, 12 Mei 2015 / 17:54 WIB
Sebuah truk mengangkut ore nikel pada lahan konsesi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di Blok Sorowako, Sulawesi Selatan.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah memastikan, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang bisa dibangun tidak lama lagi. Pasalnya, proses pembebasan lahan untuk PLTU ini sudah selesai total.

"Dalam hitungan jam, beberapa jam lalu semua sudah selesai, saya mau terimakasih ke Menteri ESDM, Jaksa Agung yang kemarin memberikan fatwa hukum dan siapkan lima pengacara negara, Menteri Agraria yang sudah jalankan fungsinya. Ini segera dibangun," kata Indroyono Soesilo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta Selasa (12/5).

Ridwan Djamaludin, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Kemaritiman mengatakan, waktu mulai pembangunan atau groundbreaking kemungkinan tidak akan melebihi satu bulan ini. "Presiden sudah ke sana memastikan, dan kalau dari sekarang saya rasa tidak akan lebih dari itu," katanya.

Sekadar meningatkan proyek PLTU Batang berkapasitas 2 x 1000 MW dibangun oleh pemerintah untuk mengatasi krisis listrik yang diperkirakan akan melanda wilayah Jawa dalam beberapa tahun ke depan. Meskipun dianggap mendesak oleh pemerintah, pembangunan proyek bernilai Rp 40 triliun tersebut menghadapi masalah pembebasan lahan. 

Akibat penolakan tersebut pembebasaan lahan PLTU Batang selama kurun waktu hampir satu setengah tahun mandeg. Berdasarkan data pembebasan lahan PLTU Batang yang didapat KONTAN per Maret 2013 sampai Maret 2014 kemarin jumlah lahan yang berhasil dibebaskan hanya 12,68 hektare saja.

kibat kemandegan tersebut, total lahan seluas 226 hektare yang diperlukan untuk pembangunan proyek tersebut tidak bisa dipenuhi sesuai target. Alhasil, pembangunan PLTU Batang, belum juga bisa dimulai sampai saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×