kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.864   -71,00   -0,40%
  • IDX 5.852   -43,90   -0,74%
  • KOMPAS100 758   -6,56   -0,86%
  • LQ45 578   -6,09   -1,04%
  • ISSI 203   -0,13   -0,06%
  • IDX30 328   -3,63   -1,10%
  • IDXHIDIV20 403   -5,04   -1,24%
  • IDX80 86   -0,73   -0,84%
  • IDXV30 109   -0,70   -0,64%
  • IDXQ30 105   -1,33   -1,24%

PLN: Industri yang tolak capping berarti kurang handal


Rabu, 16 Februari 2011 / 16:31 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can


JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menuding industri yang menolak penghapusan tarif batas atas (capping) tarif dasar listrik (TDL) sebagai perusahaan yang kurang bekerja keras. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menilai, penolakan itu menandakan manajemennya kurang handal.

Dahlan mengatakan, penghapusan capping TDL justru membuat perusahaan semakin kompetitif. Sebab, dia mengatakan, bila industri yang sudah senja diberikan listrik gratis pun tidak akan beroperasi. "Secara natural industrinya sudah senja," kata Dahlan saat rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (16/2).

Bagi Dahlan, pemberian capping TDL justru bagi industri pemula. Dia beralasan, industri pemula tersebut harus dibantu.

PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi VII DPR sedang membahas penghapusan capping TDL tersebut. PLN bersikukuh mencabut capping tersebut. Namun, Kementerian ESDM dan kalangan industri keberatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×