kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

PLN: Industri yang tolak capping berarti kurang handal


Rabu, 16 Februari 2011 / 16:31 WIB
PLN: Industri yang tolak capping berarti kurang handal
ILUSTRASI.


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can


JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menuding industri yang menolak penghapusan tarif batas atas (capping) tarif dasar listrik (TDL) sebagai perusahaan yang kurang bekerja keras. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menilai, penolakan itu menandakan manajemennya kurang handal.

Dahlan mengatakan, penghapusan capping TDL justru membuat perusahaan semakin kompetitif. Sebab, dia mengatakan, bila industri yang sudah senja diberikan listrik gratis pun tidak akan beroperasi. "Secara natural industrinya sudah senja," kata Dahlan saat rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (16/2).

Bagi Dahlan, pemberian capping TDL justru bagi industri pemula. Dia beralasan, industri pemula tersebut harus dibantu.

PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi VII DPR sedang membahas penghapusan capping TDL tersebut. PLN bersikukuh mencabut capping tersebut. Namun, Kementerian ESDM dan kalangan industri keberatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×