kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.900   18,00   0,10%
  • IDX 6.302   -72,16   -1,13%
  • KOMPAS100 824   -11,84   -1,42%
  • LQ45 626   -7,84   -1,24%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,40   -1,24%
  • IDXHIDIV20 426   -3,70   -0,86%
  • IDX80 94   -1,30   -1,36%
  • IDXV30 118   -0,91   -0,77%
  • IDXQ30 111   -1,12   -1,00%

PLN: Industri yang tolak capping berarti kurang handal


Rabu, 16 Februari 2011 / 16:31 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can


JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menuding industri yang menolak penghapusan tarif batas atas (capping) tarif dasar listrik (TDL) sebagai perusahaan yang kurang bekerja keras. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menilai, penolakan itu menandakan manajemennya kurang handal.

Dahlan mengatakan, penghapusan capping TDL justru membuat perusahaan semakin kompetitif. Sebab, dia mengatakan, bila industri yang sudah senja diberikan listrik gratis pun tidak akan beroperasi. "Secara natural industrinya sudah senja," kata Dahlan saat rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (16/2).

Bagi Dahlan, pemberian capping TDL justru bagi industri pemula. Dia beralasan, industri pemula tersebut harus dibantu.

PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi VII DPR sedang membahas penghapusan capping TDL tersebut. PLN bersikukuh mencabut capping tersebut. Namun, Kementerian ESDM dan kalangan industri keberatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×