kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

PKB pasrah jika Muhaimin direshuffle


Sabtu, 17 September 2011 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) ditandatangani 15 negara peserta pada Minggu (15/11).


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku pasrah apabila Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar direshuffle. Isu ini mengemuka menyusul adanya dugaan keterlibatan dalam kasus suap proyek Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi (PPIDT).

"Ini bukan persoalan ihklas atau tidak ikhlas, melainkan hal itu merupakan hak presiden. Kita serahkan ke presiden,"ujar Ketua DPP PKB, Abdul Malik Haramain saat ditemui usai acara diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu(17/9/2011).

Malik berpendapat, sebelum Presiden SBY melakukan perombakan atas pembantunya, sebaiknya mempertimbangkan etos kerja dari para menteri atau pembantunya itu.

"Reshuffle dari dulu sudah menjadi hak presiden sepenuhnya. Cuma saya sarankan, reshuffle itu harus mempertimbangkan etos kerjanya. Presiden juga harus mempertimbangkan politik," jelasnya.

Hal tersebut, lanjut Malik, dianggap penting karena pada faktanya dalam kabinet Partai Demokrat tidak sendirian. Mereka menang karena ada sokongan dari partai politik lain. (Willy Widianto/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×