kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Petani tembakau minta perlindungan Jokowi


Senin, 30 Oktober 2017 / 17:50 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Petani tembakau meminta perlindungan kepada Presiden Joko Widodo. Mereka yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Senin (30/10) siang menemui Jokowi di Istana Merdeka untuk meminta perlindungan dari serbuan tembakau impor.

Maklum saja, serbuan tembakau impor menghantui keberadaan mereka. Data yang mereka miliki, impor tembakau dalam kurun waktu 2003- 2012 naik 10 kali lipat. Jika 2012, impor hanya 28 .000 ton, tahun 2012 sudah melonjak lima kali lipat menjadi 150.000 ton.

Permasalahan tersebut kata Agus Pamudji, Ketua APTI memberatkan 2,4 juta keluarga petani tembakau. "Kami harap pemerintah segera buat kebijakan atur ini semua, karena selama ini kran impornya terbuka cukup lebar," katanya di Kantor Presiden, Senin (30/10).

Agus mengatakan, selain soal pengaturan impor tembakau, petani juga minta pemerintah optimalkan pemanfaatan dana bagi hasil cukai tembakau agar bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau petani.

"Ketika kualitas bagus, serapan industri akan naik, ini akan berdampak ke kesejahteraan petani," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×