kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Perumnas minta suntikan modal Rp 2 triliun


Senin, 27 Juli 2015 / 16:25 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Manajemen Perum Perumnas kembali mengajukan tambahan modal dari negara Rp 2 triliun. Ini untuk mendukung program pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Salah satu isi program sejuta rumah adalah pembangunan 36.000 rumah murah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Direktur Utama Perum Perumnas, Himawan Arief Sugoto, memaparkan pembangunan rumah murah dari Perumnas sudah mencapai 20 ribu. Untuk menambah pembangunannya, Perumnas butuh tambahan dana Rp 2 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Kita sudah mengajukan meminta PMN tambahan Rp 2 triliun," ujar Himawan di kantor Kementerian BUMN, Senin (27/7/2015). Sebelumnya, pemerintah telah menyuntik modal Rp 2 triliun ke Perumnas melalui APBN-P 2015.

Namun, dengan anggaran yang ada saat ini, Perumnas mengaku kesulitan membangun rumah murah."Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Serta Wakil Presiden Jusuf Kalla minta Perumnas bangun 36.000, cuma bensinnya sedikit," ungkap Himawan.

Himawan memaparkan Perumnas sedang mencari aset tanah milik BUMN yang bisa dialihfungsikan untuk pengembangan rumah murah. Hal tersebut untuk mencari solusi akibat kekurangan anggaran Perumnas.

"Anggaran sebagian beli tanah dan modal pembangunan, anggaran berkurang, jadi mencari aset milik BUMN," ungkap Himawan.

Himawan menambahkan dalam pembangunan satu juta rumah murah, Perumnas juga sudah bekerjasama dengan banyak pemerintah daerah yang sudah memiliki lahan kosong untuk pembangunan.

"Sekarang sudah kerjasama pemerintah daerah Sumatra Utara dua lokasi, terus ada Nias, Medan, Batam, dan Bengkulu," papar Himawan. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×