kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Perubahan Tahun Dasar, Bobot Kelompok Komoditas Ini Bertambah dalam Hitungan Inflasi


Selasa, 12 Desember 2023 / 17:12 WIB
Perubahan Tahun Dasar, Bobot Kelompok Komoditas Ini Bertambah dalam Hitungan Inflasi
ILUSTRASI. BPS memutahirkan tahun dasar perhitungan inflasi IHK, lewat Survei Biaya Hidup (SBH) 2022


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) memutahirkan tahun dasar perhitungan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK), lewat Survei Biaya Hidup (SBH) 2022 agar perhitungan inflasi lebih akurat. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan, ada perbedaan paket komoditas yang nantinya dihitung dalam perhitungan inflasi nantinya. 

“Paket komoditas dalam SBH 2022 menjadi 847 paket. Sedangkan pada SBH 2018 ada 835 paket komoditas,” tutur Pudji dalam Sosialisasi Hasil SBH 2022, Selasa (12/12) di Jakarta. 

Dalam SBH 2022, paket komoditas tersebut disatukan ke dalam satu kelompok berdasarkan jenisnya. 

Nah, dalam SBH 2022 juga menunjukkan adanya perubahan bobot nilai konsumsi menurut kelompok tersebut. 

Baca Juga: Ada Tambahan Komoditas dan Kota Perhitungan Inflasi IHK dari Perubahan Tahun Dasar

Bobot beberapa kelompok meningkat, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat peningkatan bobot nilai konsumsi sebesar 2,99 poin. 

Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga mencatat peningkatan bobot nilai konsumsi sebesar 1,37 poin. 

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mencatat peningkatan bobot sebesar 0,44 poin. Dilanjutkan kelompok kesehatan mencatat peningkatan bobot sebesar 0,40 poin dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,25 poin. 

Kemudian, saat ditemui oleh awak media, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Amalia Adininggar mengungkapkan, perubahan bobot komoditas-komoditas tersebut bisa menjadi perhatian bagi pemerintah untuk pengendalian inflasi. 

“Bila ada komoditas dengan bobot besar yang kemudian mengalami peningkatan harga, nanti bisa langsung menjadi perhatian agar inflasi tidak naik signifikan,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×