kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.912   42,00   0,24%
  • IDX 5.668   -152,82   -2,63%
  • KOMPAS100 732   -20,49   -2,72%
  • LQ45 558   -14,62   -2,55%
  • ISSI 197   -4,63   -2,30%
  • IDX30 318   -7,71   -2,37%
  • IDXHIDIV20 392   -9,50   -2,37%
  • IDX80 83   -2,27   -2,66%
  • IDXV30 107   -1,92   -1,77%
  • IDXQ30 102   -2,53   -2,42%

Pertumbuhan ekonomi negatif di kuartal II-2020, sebab konsumsi rumah tangga rendah


Minggu, 09 Agustus 2020 / 22:42 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung berbelanja di supermarket. KONTAN/Baihaki


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 4,2% quarter on quarter (q/q) non-seasonally adjusted (Faktor musiman yang mempengaruhi laju pertumbuhan seperti Natal dan Lebaran)  atau terkontraksi sebesar 5,3% year on year (yoy) pada triwulan 2-2020. 

Ekonom IKS, Eric Sugandi menilai, faktor pendorong atau penyumbang pada pertumbuhan ekonomi yang tumbuh negatif itu didorong dari sisi lapangan usaha, sektor transportasi dan pergudangan dan sektor industri pengolahan di triwulan 2-2020. “Sektor tersebut menjadi penyumbang utama kontraksi ekonomi di triwulan II-2020,” ujar Eric dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Minggu (9/8). 

Baca Juga: IKS proyeksikan inflasi akan berada di kisaran 2,7% - 3% yoy pada akhir tahun 2020

Tak hanya itu, jika dilihat dari sisi permintaan, Eric juga menilai, konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (bagian dari investasi) menjadi  penyumbang utama kontraksi ekonomi di triwulan 2-2020.

“Pertumbuhan ekonomi yang negatif pada triwulan 2-2020 juga disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang menurun dan pembentukan modal tetap bruto,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×