kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 bakal terkontraksi hingga 5%


Senin, 03 Agustus 2020 / 21:41 WIB
Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 bakal terkontraksi hingga 5%
ILUSTRASI. JAKARTA,02/07-PERTUMBUHAN EKONOMI DI JAKARTA MENGALAMI KONTRAKSI. Pedagang beraktivitas di lapaknya di Pasar Tasik, Jakarta, Kamis (02/07). Center of Reform on Economics (CORE) memprediksi, ekonomi di wilayah ibu kota ini bakal kontraksi. Penyebab utama d


Reporter: Bidara Pink, Syamsul Ashar | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan angka pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia untuk periode April Juni 2020 atau kuartal II-2020, pada Rabu (5/8) mendatang. Ekonomi Indonesia pada periode ini bakal minus alias terkontraksi cukup dalam akibat pukulan telak pandemi Covid-19.

Sekretaris Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede mengungkapkan, pihaknya sudah menerima update pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020.

"Untuk kuartal II kami sudah tahu datanya pertumbuhan ekonomi akan negatif, akan mengalami kontraksi. Sebesar apa kontraksi? Antara 4%-5%, lebih baik dari negara lain yang mengalami kontraksi ekonomi lebih parah akibat pandemi virus korona Covid-19," katanya saat jadi pembicara di diskusi yang digelar komunitas Gerakan Pakai Masker Senin (3/8).

Berdasarkan beberapa pendapat ekonom yang dihubungi KONTAN memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 bakal minus lebih dari 4%. Bahkan, kontraksi diperkirakan masih berlanjut hingga kuartal III-2020.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi, ekonomi kuartal II-2020 bakal minus 4,72% year on year (yoy). Angka ini turun signifikan dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 yang sebesar 2,97% yoy.

Josua melihat, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan terkontraksi 4,79% yoy setelah sempat tumbuh positif 2,84% yoy di kuartal I-2020. Ini terlihat dari laju pertumbuhan penjualan ritel pada kuartal II-2020 yang turun 14,4% yoy. Sementara Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada kuartal II-2020 juga turun 33,7% yoy.

Selain itu realisasi investasi kuartal II-2020 juga turun 5,34% yoy terutama dari investasi bangunan dan non-bangunan yang melambat. Sementara konsumsi pemerintah turun 1,55% yoy. Dari sisi perdagangan, Josua ekspor kuartal II-2020 lebih tinggi daripada impor.

Sementara Ekonom Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Eric Sugandi juga memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 negatif 4,7%. "Konsumsi dan investasi domestik masih tertekan," kata Eric.

Adapun Danareksa Research Institute (DRI) memprediksi, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 minus 3,58% yoy dengan pertumbuhan sepanjang 2020 masih kontraksi -0,15% hingga -0,2%.

Meskipun demikian Raden Pardede bilang, pada kuartal III-2020 ini pemerintah berupaya agar tidak terjadi pertumbuhan ekonomi negatif. "Kami menargetkan jangka pendek kuartal III-2020 tidak terjadi resesi," katanya.

Pemerintah akan mendorong belanja kesehatan dan belanja sosial agar penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi berjalan seimbang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×