kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Permintaan Bakal Naik, Kinerja Industri Manufaktur Berpeluang Meningkat di Awal 2023


Jumat, 13 Januari 2023 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Hasil survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan, kinerja industri manufaktur berpotensi meningkat pada awal tahun 2023.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan, kinerja industri manufaktur berpotensi meningkat pada awal tahun 2023. 

Ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index BI (PMI-BI) kuartal I-2023 yang sebesar 53,30% atau lebih tinggi dari 50,06% pada kuartal IV-2022. 

Bila menilik laporan PMI-BI yang diluncurkan hari ini, Jumat (13/1), kenaikan PMI-BI didorong oleh kenaikan semua komponen pembentuknya. 

Seperti contohnya komponen kecepatan penerimaan barang input. Pada kuartal I-2023, komponen ini diperkirakan mencatat indeks 50,15% atau naik dari 48,60% pada kuartal IV-2022. 

Tak hanya meningkat, komponen ini bahkan kembali ke zona ekspansif atau indeks di atas 50%. 

Baca Juga: Survei BI: Kinerja Industri Manufaktur Melambat di Kuartal IV-2022

Kemudian komponen volume produksi diperkirkaan mencatat indeks 56,19%, atau lebih tinggi dari 50,29% pada kuartal IV-2022. 

Ini sejalan dengan perkiraan permintaan yang meningkat, didukung kapasitas penyimpanan, serta ketersediaan sarana produksi. 

Komponen volume total pesanan barang input juga idyakini meningkat menjadi 55,24%, dari 52,65% pada kuartal IV-2022. 

Pun volume persediaan barang jadi diperkirakan mencatat indeks 53,17%, atau naik dari 50,59% pada kuartal sebelumnya. Inis ejalan dengan perkiraan volume produksi yang meningkat. 

Sedangkan penggunaan tenaga kerja pada kuartal I-2023 mencatat idneks 49,19%. Memang, ini naik dari 46,68% pada kuartal sebelumnya. Namun, ini belum lepas dari fase kontraksi, atau indeks di bawah 50%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×