kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Penyeludupan BBM masih marak


Senin, 17 September 2012 / 20:09 WIB
ILUSTRASI. Sido Muncul akan menggelar RUPSLB pada 3 Sepember 2021 untuk meminta persetujuan aksi pembagian saham bonus ini.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Penyeludupan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ternyata masih terjadi hingga saat ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Jero Wacik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Jero menilai, aksi penyeludupan terjadi karena selisih harga BBM bersubsidi yang jauh dengan harga BBM non subsidi. "Banyak orang nekat melakukan penyelundupan, namun kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penangkapan," ujar Jero Senin (17/9).

Ia berharap, agar penambahan kuota subsidi BBM sebanyak 4 juta kilo liter bisa disetujui oleh DPR. "Saya kira bisa disetujui karena ini untuk rakyat," katanya optimistis.

Jero menambahkan, untuk DKI Jakarta, kuota BBM bersubsidi jenis premium sudah habis pada 15 September lalu. Karena rapat baru digelar malam ini, membuat kuota BBM yang tadinya dialokasikan untuk minyak tanah dan solar, sementara dipindahkan ke premium.

"Kalau malam ini disetujui, besok pagi kami bisa tenang dan besok tinggal dihitung penambahan kuotanya untuk 3 bulan ke depan," jelas Jero.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×