kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penyaluran KUR 2012 mencapai Rp 32,6 triliun


Kamis, 10 Januari 2013 / 13:39 WIB
ILUSTRASI. Rutinitas skincare


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Edy Can

JAKARTA. Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2012 lalu mencapai Rp 32,6 triliun. Angka ini lebih tinggi 8,67% dibandingkan target awal yang ditetapkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang sebesar Rp 30 triliun.

Total penyaluran KUR yang dilakukan perbankan nasional sejak pertama kali hingga 2012 lalu mencapai Rp 96 triliun. Tahun ini, Kementerian Koperasi dan UKM berharap penyaluran KUR bisa menembut Rp 100 triliun.

Jumlah debitur KUR tahun lalu sebanyak 1,8 juta. Angka ini lebih rendah dari target tahun ini sebesar 2 juta debitur. "Tahun ini target KUR Rp 37 triliun," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, Kamis (10/1).

Sektor yang paling banyak menerima KUR adalah perdagangan dan manufaktur. Sementara sektor hulu pun sudah mulai banyak yang melirik sistem pembiayaan ini seperti pertanian, kehutanan dan perkebunan.

Yang masih kurang meminati KUR adalah sektor perikanan. Dimana masih banyak debitur seperti nelayan yang kurang tertarik ikut serta. Karena itu, Syarief meminta perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) meningkatkan potensi peyaluran KUR di kawasan tersebut. "BRI karena paling besar jaringannya, tapi BPD (Bank Pembangunan Daerah) juga didorong ke sana," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat menyatakan kekecewaan karena banyak nelayan yang tidak tahu terhadap program KUR. Padahal Pemerintah mengalokasikan Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun untuk KUR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×