kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Penyaluran KUR 2012 mencapai Rp 32,6 triliun


Kamis, 10 Januari 2013 / 13:39 WIB
ILUSTRASI. Rutinitas skincare


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Edy Can

JAKARTA. Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2012 lalu mencapai Rp 32,6 triliun. Angka ini lebih tinggi 8,67% dibandingkan target awal yang ditetapkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang sebesar Rp 30 triliun.

Total penyaluran KUR yang dilakukan perbankan nasional sejak pertama kali hingga 2012 lalu mencapai Rp 96 triliun. Tahun ini, Kementerian Koperasi dan UKM berharap penyaluran KUR bisa menembut Rp 100 triliun.

Jumlah debitur KUR tahun lalu sebanyak 1,8 juta. Angka ini lebih rendah dari target tahun ini sebesar 2 juta debitur. "Tahun ini target KUR Rp 37 triliun," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, Kamis (10/1).

Sektor yang paling banyak menerima KUR adalah perdagangan dan manufaktur. Sementara sektor hulu pun sudah mulai banyak yang melirik sistem pembiayaan ini seperti pertanian, kehutanan dan perkebunan.

Yang masih kurang meminati KUR adalah sektor perikanan. Dimana masih banyak debitur seperti nelayan yang kurang tertarik ikut serta. Karena itu, Syarief meminta perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) meningkatkan potensi peyaluran KUR di kawasan tersebut. "BRI karena paling besar jaringannya, tapi BPD (Bank Pembangunan Daerah) juga didorong ke sana," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat menyatakan kekecewaan karena banyak nelayan yang tidak tahu terhadap program KUR. Padahal Pemerintah mengalokasikan Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun untuk KUR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×