kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Penurunan suku bunga BI akan berdampak pada jangka panjang


Sabtu, 26 Oktober 2019 / 05:40 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,00% di Oktober 2019 ini.

Menurut Ekonom BCA David Sumual, efek pelonggaran moneter ini tidak bisa langsung dirasakan, apalagi dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Ekonom menilai penurunan suku bunga BI untuk menjaga stabilitas ekonomi

"Moneter itu perlu waktu yang lama. 6 bulan - 12 bulan, baru kelihatan dampaknya. Dan itu pun perlu dikombinasikan dengan kebijakan makroprudensial," kata David kepada Kontan.co.id, Kamis (24/10).

Namun, menurut David pelonggaran moneter ini bisa menjadi langkah pre-emptive dari BI, apalagi dengan melihat Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memiliki kecenderungan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang masih memanas.

Meski suku bunga acuan turun, pertumbuhan penyaluran kredit justru melambat pada Agustus 2019, yaitu sebesar 8,59% year-on-year (yoy), dari sebelumnya 9,58% yoy pada Juli. 

Baca Juga: Realisasi investasi kelistrikan kuartal III-2019 capai US$ 8,31 miliar

David melihat bahwa memang kebijakan moneter ini sebagai langkah penuntun. Keputusan akhirnya ada di tangan pihak-pihak terkait.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×