kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.011,48   2,44   0.24%
  • EMAS943.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Penjelasan Resmi Kemenkumham Terkait Rebutan Merek CFW Antara Baim Wong & Aditya N


Senin, 25 Juli 2022 / 10:33 WIB
Penjelasan Resmi Kemenkumham Terkait Rebutan Merek CFW Antara Baim Wong & Aditya N
ILUSTRASI. Penjelasan Resmi Kemenkumham Terkait Rebutan Merek CFW Antara Baim Wong & Aditya N


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Citayam Fashion Week atau CFW sedang menjadi pembicaraan publik. Dibalik ketenaran Citayam Fashion Week, kini ada rebutan merek CFW di Kementerian Hukum dan HAM.

Rebutan merek CFW dilakukan oleh dua influencer, salah satu Baim Wong. Berikut penjelasan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait rebutan merek CFW.

Dalam keterangan resmi, DJKI Kemenkumham memastikan bahwa Citayam Fashion Week / CFW tengah dalam proses pendaftaran merek. Pendaftaran merek CFW dilakukan oleh dua pihak yaitu PT Tiger Wong Entertainment dan INDIGO ADITYA NUGROHO.

“Benar bahwa DJKI telah menerima dua permohonan pendaftaran merek Citayam Fashion Week. Keduanya mendaftar di kelas 41 dan saat ini statusnya sedang untuk dipublikasi,” ujar Agung Indriyanto, Koordinator Pemeriksa Merek.

PT Tiger Wong dimiliki Baim Wong. PT Tiger Wong mendaftarkan merek Citayam Fashion Week untuk jenis jasa hiburan dalam sifat peragaan busana, layanan hiburan yaitu menyediakan podcast di bidang mode, hingga publikasi majalah mode untuk tujuan hiburan.

Sementara itu, INDIGO ADITYA NUGROHO mendaftarkan merek Citayam Fashion Week untuk jasa ajang pemilihan kontes (hiburan), expo mengenai kesenian, kebudayaan, dan pendidikan, fashion show (hiburan), perencanaan pesta (hiburan) untuk acara promosi sehubungan dengan peragaan busana, dan pertunjukan panggung live.

Baca Juga: Baim Wong Ingin Miliki Citayam Fashion Week, Ini Cara Daftarkan merek Dagang di DJKI

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa DJKI menerima kedua permohonan pendaftaran mereka Citayam Fashion Week tersebut pada 21 Juli 2022. Jika kedua permohonan merek Citayam Fashion Week tersebut telah masuk pada masa publikasi, semua pihak dapat mengajukan keberatan terhadap permohonan pendaftaran merek tersebut.

Setelah masa publikasi, kedua merek Citayam Fashion Week tersebut masih akan menempuh beberapa tahapan sampai akhirnya resmi didaftar. “Berdasarkan Undang-Undang No. 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pendaftaran merek perlu melalui beberapa tahapan mulai dari permohonan merek, pemeriksaan formalitas, pengumuman (2 bulan), pemeriksaan substantif (150 hari kerja), didaftar kemudian penerbitan sertifikat,” jelasnya.

Nantinya, yang berhak memberikan merek adalah pemeriksa merek setelah proses pemeriksaan.

Sebagai informasi, pendaftaran merek di DJKI dapatahut dilakukan secara online di dgip.go.id. Pelindungan merek menganut sistem first to file atau siapa yang terlebih dahulu mendaftar yang mendapat hak pelindungan merek.

Pelindungan diberikan selama 10 tahun semenjak permohonan merek pertama kali diajukan pendaftarannya dan dapat diperpanjang untuk pelindungan mereknya.

Mengenal CFW

Citayam Fashion Week / CFW adalah tiruan Paris Fashion Week yang menjadikan jalanan sebagai ajang pameran busana. Jika Paris Fashion Week diikuti oleh desainer kondang, CFW awalnya dimulai olah anak-anak muda yang nongkrong di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Anak-anak muda tersebut banyak yang berasal dari Citayam, Depok. Oleh karena itu, ajang pameran busana jalanan itu bernama Citayam Fashion Week alias CFW.

Selain dari Citayam, anak-anak muda yang unjuk gigi di Citayam Fashion Week juga banyak berasal dari Bojonggede, Depok. Walhasil, kawasan SCBD yang dulu terkenal dengan singkatan Sudirman Central Business District pun berubah menjadi Sudirman Citayam Bojonggede Depok.

CFW berawal dari ide untuk menghabiskan waktu dan adu kreativitas para anak muda dalam tampil modis. Anak-anak muda itu saling beradu gaya dengan memanfaatkan outfit pilihan masing-masing di CFW.

Anak-anak muda yang menginisiasi CFW antara lain Bonge dan Jeje, dari Citayam. Kedua selalu eksis saat CFW digelar.

Selain itu, CFW juga dimanfaatkan untuk membuat konten video dan foto. Hasilnya, mereka posting di media sosial.

Lokasi CFW berada di zebra cross di kawasan Dukuh Atas, Jakarta. Lokasi Dukuh Atas ini memang strategis bagi warga Citayam, Depok dan Bojonggede karena bisa diakses dengan mudah menggunakan KRL.

Belakangan, sejumlah tokoh publik dan pejabat ikut meramaikan CFW. Selain untuk tampil, kesempatan CFW juga bisa menjadi modal awal menarik perhatian massa menjelang Pemilu 2024.

Deretan pejabat yang meramaikan CFW antara lain Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Kedua nama ini memang menjadi tokoh yang disebut-sebut akan maju dalam Pemilu 2024.

Sedangkan tokoh lain yang ikut meramaikan CFW antara lain para model profesional, seperti Paula Verhoeven. Istri Baim Wong dan para model lain tak ragu berlenggak-lenggok di CFW.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×