kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pengusaha nilai tak perlu ada reshuffle kabinet


Selasa, 12 Mei 2015 / 10:54 WIB
ILUSTRASI. Tema Hari AIDS Sedunia 2023.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah, Natsir Mansyur menuturkan isu reshuffle kabinet dapat mempengaruhi citra Indonesia di kalangan investor, padahal minat investasi Indonesia cukup tinggi.

“Tidak perlu ada reshuffle kabinet, karena kalau ada reshuffle di semester pertama, para menteri yang baru harus melakukan penyesuaian lagi,” kata Natsir melalui keterangan tertulis, Jakarta, Senin (11/5).

Natsir mengatakan, daripada merombak susunan kabinet, lebih baik pemerintah memperbaiki iklim investasi dengan mereduksi aturan-aturan yang menghambat dunia usaha, mulai dari Undang-Undang (UU), Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen) sampai Keputusan Presiden (Keppres).

“Yang penting, hal yang menghambat perlu dibenahi. Walaupun kita bicara tentang investasi atau pergerakan ekonomi, namun semua peraturan kalau tidak dirapihkan dengan baik maka pergerakan ekonomi nasional juga lambat,” kata dia.

Lebih lanjut Natsir menyampaikan, dunia usaha mengapresiasi apa yang sudah diupayakan pemerintahan di bawah Joko Widodo-Jusuf Kalla, dalam mendorong percepatan ekonomi dan daerah.

Hal tersebut diitandai dengan kerja konkret pada pertemuan APEC, Pertemuan Beijing, Korea dan Konferensi Asia Afrika di tingkat international. Di tingkat nasional, tambah Natsir, roadshow Jokowi – Jk keliling daerah merupakan langkah yang sangat positif.

Langkah tersebut perlu dilakukan oleh menteri-menterinya untuk melihat permasalahan yang lebih dalam. “Program antara satu kementerian dengan kementerian yang lainnya juga harus sinergis,” ucap Natsir. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×