kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pengusaha Kecil Susah Bukan Main


Kamis, 25 Maret 2010 / 09:40 WIB
Pengusaha Kecil Susah Bukan Main


Reporter: Yohan Rubiyantoro | Editor: Test Test

JAKARTA. Pengusaha kecil dan menengah, khususnya di sektor pertanian masih mengeluhkan minimnya kucuran kredit perbankan. Ironisnya, dana perbankan yang parkir di Bank Indonesia dalam bentuk SBI tidak kurang dari Rp 300 triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Benny Kusbini, Koordinator Forum Pangan Pertanian Indonesia saat menghubungi KONTAN, Kamis (25/3). "Bankir kita dengan tenang dapat menikmati keuntungan dari bunga sertifikat SBI. Di sisi lain, petani, koperasi, susahnya bukan main untuk dapat kredit," keluhnya.

Benny yang juga Direktur Utama PT Mitra Tani Agro Unggul menyatakan, jika uang yang diparkir di BI digelontorkan untuk sektor pertanian maka jutaan lapangan kerja dapat diciptakan. "Bukan tidak mungkin, swasembada pangan dapat segera direalisasikan," katanya.

Sebab itu Benny meminta agar arsitektur perbankan di Indonesia harus diubah. Pasalnya perbankan memiliki brangkas yang sangat gemuk namun petani justru kesulitan mendapat pinjaman. "Ya inilah Indonesia, kaya tetapi miskin," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×