kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Pengurangan Subsidi Bisa Diawali dengan Pemberian Subsidi Tepat Sasaran


Rabu, 21 September 2022 / 15:57 WIB
Pengurangan Subsidi Bisa Diawali dengan Pemberian Subsidi Tepat Sasaran
ILUSTRASI. Pemerintah disarankan untuk perlahan-lahan mengurangi angka subsidi energi yang diberikan.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beban subsidi energi yang ditanggung pemerintah masih banyak. Kepala Riset Makroekonomi Bank Mandiri Dian Ayu mengatakan, ada baiknya pemerintah untuk mempertimbangkan lagi skema subsidi energi.

Dian meminta pemerintah untuk perlahan-lahan mengurangi angka subsidi energi yang diberikan. Dalam hal ini, pemerintah bisa melakukannya dengan memberikan subsidi kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Ini hal yang baik untuk mengurangi subsidi energi dan beralih ke subsidi yang lebih tepat sasaran," ujar Dian dalam pertemuan secara daring, Rabu (21/9).

Baca Juga: Anggaran Perlindungan Sosial Tahun 2023 Capai Rp 479,1 Triliun, Berikut Alokasinya

Namun, Dian mengingatkan pemerintah untuk tidak mengurangi subsidi energi ini secara drastis. Pasalnya, Indonesia sedang berada dalam fase pemulihan. Karena bila subsidi energi ini dikurangi secara drastis, bisa saja inflasi akan meroket.

Ia menyarankan, bila pemerintah ingin mengambil langkah lebih lanjut untuk mengurangi maupun menghapus subsidi energi, harus ada di waktu yang tepat. Yaitu, saat ekonomi dunia sudah mulai membaik, harga komoditas terutama minyak turun, dan pemulihan makin nyata.

Baca Juga: Kemenkeu Ungkap Ada Roadmap Penghapusan Subsidi BBM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×