kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pengurangan Subsidi Bisa Diawali dengan Pemberian Subsidi Tepat Sasaran


Rabu, 21 September 2022 / 15:57 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah disarankan untuk perlahan-lahan mengurangi angka subsidi energi yang diberikan.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beban subsidi energi yang ditanggung pemerintah masih banyak. Kepala Riset Makroekonomi Bank Mandiri Dian Ayu mengatakan, ada baiknya pemerintah untuk mempertimbangkan lagi skema subsidi energi.

Dian meminta pemerintah untuk perlahan-lahan mengurangi angka subsidi energi yang diberikan. Dalam hal ini, pemerintah bisa melakukannya dengan memberikan subsidi kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Ini hal yang baik untuk mengurangi subsidi energi dan beralih ke subsidi yang lebih tepat sasaran," ujar Dian dalam pertemuan secara daring, Rabu (21/9).

Baca Juga: Anggaran Perlindungan Sosial Tahun 2023 Capai Rp 479,1 Triliun, Berikut Alokasinya

Namun, Dian mengingatkan pemerintah untuk tidak mengurangi subsidi energi ini secara drastis. Pasalnya, Indonesia sedang berada dalam fase pemulihan. Karena bila subsidi energi ini dikurangi secara drastis, bisa saja inflasi akan meroket.

Ia menyarankan, bila pemerintah ingin mengambil langkah lebih lanjut untuk mengurangi maupun menghapus subsidi energi, harus ada di waktu yang tepat. Yaitu, saat ekonomi dunia sudah mulai membaik, harga komoditas terutama minyak turun, dan pemulihan makin nyata.

Baca Juga: Kemenkeu Ungkap Ada Roadmap Penghapusan Subsidi BBM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×