kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengamat: Kenaikan UMP 2019 beratkan dunia usaha


Kamis, 01 November 2018 / 22:01 WIB
ILUSTRASI. ilustrasi buruh pabrik


Reporter: Muhammad Afandi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengamat Ketenagakerjaan Payaman Simanjuntak menilai kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) akan memberatkan dunia usaha karena produktivitas tenaga kerja Indonesia yang masih rendah.

“Jika dibandingkan dengan produktivitas tenaga kerja yang pada umumnya rendah maka akan banyak perusahaan mengeluh,” ujar Payaman saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis(1/11).

Kenaikan itu dinilai setara apabila pekerja dapat mengimbangi dengan produktivitas kerja. Namun Kalau kenaikan saat ini dapat dipenuhi oleh dunia usaha malah bagus menurut Payaman.

“Tapi persoalannya apakah dunia usaha mampu membayar upah yang demikian mahal dengan produktivitas pekerja yang demikian rendah,” tuturnya

Dengan kenaikan UMP ini, Payaman meminta tenaga kerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Ia menilai selain tenaga kerja Indonesia banyak yang kurang kompeten namun juga banyak yang waktu kerjanya tidak produktif.

Untuk informasi hari ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2019 naik sebesar 8,03%. UMP Jakarta menjadi sebesar Rp 3.940.973,09 dari sebelumnya Rp 3.648.035.

Kenaikan ini sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 114 Tahun 2018 Tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2019.

Kemudian Pemerintah Jawa Barat juga secara resmi mengumumkan UMP Jabar tahun 2019 naik sebesar 8,03 %. Menjadi sebesar Rp 1.668.372 dari sebelumnya sebesar Rp 1.544.360.

 Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.1046-Yanbangsos/2018 tentang UMP Jawa Barat Tahun 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×