kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Pengadaan alutsista masih bersumber pada pinjaman luar negeri


Senin, 19 September 2011 / 10:56 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers di Jenewa Swiss 3 Juli 2020.


Reporter: Yudho Winarto |

JAKARTA. Pemerintah tampak sangat serius melakukan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). Buktinya, untuk kesekian kali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat rencana pengadaan alustista TNI.

Jika sesuai dengan jadwal, rapat akan dimulai pukul 11.00 WIB di kantor Presiden. Fokus agenda rapat lebih kepada pembelajaran anggaran alutsista yang sumbernya dari pinjaman luar negeri.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menuturkan pemerintah telah mengalokasikan dana mencapai Rp150 triliun untuk program modernisasi alutsista sampai tahun 2014.

Angka itu terhitung sangat besar, sehingga perlu kehati-hatian dalam membelanjakan. Tidak heran jika kemudian dibentuk desk khusus untuk mengawasi penggunaan alokasi anggaran tersebut.

Setidaknya, pemerintah mulai menetapkan beberapa prioritas dalam pengadaan alutsista. Sebut saja prioritas pertama itu untuk alutsita yang bisa didatangkan ke Indonesia sebelum kabinet Indonesia Bersatu II selesai masa baktinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×