kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Pengadaan alutsista masih bersumber pada pinjaman luar negeri


Senin, 19 September 2011 / 10:56 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers di Jenewa Swiss 3 Juli 2020.


Reporter: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah tampak sangat serius melakukan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). Buktinya, untuk kesekian kali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat rencana pengadaan alustista TNI.

Jika sesuai dengan jadwal, rapat akan dimulai pukul 11.00 WIB di kantor Presiden. Fokus agenda rapat lebih kepada pembelajaran anggaran alutsista yang sumbernya dari pinjaman luar negeri.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menuturkan pemerintah telah mengalokasikan dana mencapai Rp150 triliun untuk program modernisasi alutsista sampai tahun 2014.

Angka itu terhitung sangat besar, sehingga perlu kehati-hatian dalam membelanjakan. Tidak heran jika kemudian dibentuk desk khusus untuk mengawasi penggunaan alokasi anggaran tersebut.

Setidaknya, pemerintah mulai menetapkan beberapa prioritas dalam pengadaan alutsista. Sebut saja prioritas pertama itu untuk alutsita yang bisa didatangkan ke Indonesia sebelum kabinet Indonesia Bersatu II selesai masa baktinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×