kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Penerimaan negara rendah lantaran pembangunan terlalu bergantung pada BUMN


Minggu, 04 Agustus 2019 / 15:15 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Ia juga mengakui, dominasi BUMN dalam perekonomian berdampak negatif bagi prospek investasi asing. “PMA sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kita, tapi memang biasanya investor enggan masuk kalau suatu negara terlalu didominasi oleh pemerintah dan BUMN,” ujarnya. 

Baca Juga: Kinerja keuangan emiten pengaruhi pergerakan IHSG bulan Agustus ini

Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah mendorong agar keseimbangan peran swasta dan BUMN bisa terealisasi. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani berharap, BUMN lebih banyak melakukan asset recycling yang dapat memberi ruang bagi perusahaan swasta baik lokal maupun asing untuk mengelola. 

Baca Juga: Ini tips dari IMF untuk BI dalam melanjutkan penurunan suku bunga

“Jadi proyek-proyek BUMN yang sudah selesai bisa dilepaskan, seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, bisa dilepas dengan keuntungan untuk kemudian swasta bisa masuk. Selain itu, mereka bisa dapat dana segar dan mengurangi beban utang (leverage),” tandas Rosan, Jumat (2/8) lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×