kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Penerimaan negara rendah lantaran pembangunan terlalu bergantung pada BUMN


Minggu, 04 Agustus 2019 / 15:15 WIB
Penerimaan negara rendah lantaran pembangunan terlalu bergantung pada BUMN


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Ia juga mengakui, dominasi BUMN dalam perekonomian berdampak negatif bagi prospek investasi asing. “PMA sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kita, tapi memang biasanya investor enggan masuk kalau suatu negara terlalu didominasi oleh pemerintah dan BUMN,” ujarnya. 

Baca Juga: Kinerja keuangan emiten pengaruhi pergerakan IHSG bulan Agustus ini

Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah mendorong agar keseimbangan peran swasta dan BUMN bisa terealisasi. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani berharap, BUMN lebih banyak melakukan asset recycling yang dapat memberi ruang bagi perusahaan swasta baik lokal maupun asing untuk mengelola. 

Baca Juga: Ini tips dari IMF untuk BI dalam melanjutkan penurunan suku bunga

“Jadi proyek-proyek BUMN yang sudah selesai bisa dilepaskan, seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, bisa dilepas dengan keuntungan untuk kemudian swasta bisa masuk. Selain itu, mereka bisa dapat dana segar dan mengurangi beban utang (leverage),” tandas Rosan, Jumat (2/8) lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×