kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Penerimaan negara rendah lantaran pembangunan terlalu bergantung pada BUMN


Minggu, 04 Agustus 2019 / 15:15 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Ia juga mengakui, dominasi BUMN dalam perekonomian berdampak negatif bagi prospek investasi asing. “PMA sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kita, tapi memang biasanya investor enggan masuk kalau suatu negara terlalu didominasi oleh pemerintah dan BUMN,” ujarnya. 

Baca Juga: Kinerja keuangan emiten pengaruhi pergerakan IHSG bulan Agustus ini

Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah mendorong agar keseimbangan peran swasta dan BUMN bisa terealisasi. 

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani berharap, BUMN lebih banyak melakukan asset recycling yang dapat memberi ruang bagi perusahaan swasta baik lokal maupun asing untuk mengelola. 

Baca Juga: Ini tips dari IMF untuk BI dalam melanjutkan penurunan suku bunga

“Jadi proyek-proyek BUMN yang sudah selesai bisa dilepaskan, seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, bisa dilepas dengan keuntungan untuk kemudian swasta bisa masuk. Selain itu, mereka bisa dapat dana segar dan mengurangi beban utang (leverage),” tandas Rosan, Jumat (2/8) lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×