kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pendiri dan CEO Amartha Andi Taufan jadi staf khusus presiden, ini kiprahnya


Kamis, 21 November 2019 / 23:05 WIB
Pendiri dan CEO Amartha Andi Taufan jadi staf khusus presiden, ini kiprahnya
Andi Taufan Garuda Putra, Pendiri dan CEO Amartha (berdiri) yang diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai salah satu dari tujuh staf khusus kalangan milenial, di Istana Kepresidenan, Kamis (21/11).

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Joko Widodo akhirnya mengangkat tujuh staf khusus dari kalangan milenial dan telah memperkenalkannya kepada publik pada hari Kamis (21/11) di Istana Kepresidenan.

Salah satu dari tujuih staf khusus tersebut adalah Andi Taufan Garuda Putra, Founder dan CEO Amartha, perusahaan pionir teknologi finansial peer to peer lending (tekfin p2p lending) yang menghubungkan pendana di perkotaan dengan perempuan pengusaha mikro di pedesaan melalui teknolog.

Baca Juga: Angkie Yudistia, penyandang tunarungu berpengaruh yang jadi staf khusus Presiden

“Andi Taufan Garuda Putra, umur 32 tahun, telah meraih banyak penghargaan inovasi atas kepeduliannya terhadap sektor-sektor UMKM. Jadi CEO PT Amartha Mikro Fintek. Tugas khusus untuk mengembangkan inovasi," kata Jokowi saat memperkenalkan Andi Taufan.

Selama ini, Amartha hadir sebagai bisnis sosial yang memiliki visi untuk mewujudkan kesejahteraan merata di Indonesia dan serta mendorong percepatan inklusi keuangan terutama untuk ekonomi informal serta masyarakat piramida terbawah di pedesaan.

Pria yang akrab disapa Taufan ini lahir di Jakarta, 24 Januari 1987 merupakan lulusan Sarjana Bisnis, Institut Teknologi Bandung dan Master of Public Administration, Harvard Kennedy School. Sebelumnya, Taufan bekerja sebagai konsultan bisnis untuk IBM Global Business Services selama hampir dua tahun.

Saat melihat banyak pelaku usaha mikro di pedesaan mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses finansial saat berkunjung ke desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Pada 2009, Taufan meninggalkan pekerjaannya dan mendirikan Amartha dengan berbentuk microfinance atau lembaga keuangan mikro.

Baca Juga: Ketujuh anak muda yang menjadi staf khusus Presiden Jokowi

Pada 2016, Amartha bertransformasi menjadi tekfin p2p lending sebagai upaya menjangkau jutaan pelaku usaha mikro perempuan di pedesaan.

Di 2019, Amartha mengantongi izin usaha Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berhasil menyalurkan Rp1,6 triliun kepada lebih dari 340 ribu mitra di 5.400 pedesaan.

Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha menyatakan, "Amartha berbangga dan mendukung sepenuhnya atas dilantiknya Taufan, pendiri dan CEO Amartha sebagai Staf Khusus Presiden," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Berdasar pada pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan Taufan selama hampir 10 tahun di Amartha dan memajukan sektor UMKM, tentu dapat memberikan kontribusi, terobosan dan inovasi guna mendukung kemajuan ekonomi digital di Indonesia”.

Baca Juga: Pendiri dan CEO Amartha menjadi kandidat staf khusus Presiden Jokowi

Atas pencapaiannya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pertama, yaitu pengentasan kemiskinan.

Amartha menjadi tekfin dari Asia Tenggara yang mendapatkan penghargaan di SDG Finance Geneva Summit 2019 oleh United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB sebagai perusahaan yang masuk dalam kategori Growth Stage Impact Ventures (GSIV).

Baca Juga: Presiden Jokowi minta tata kelola program JKN terus dibenahi dan diperbaiki

Amartha menjadi satu-satunya tekfin p2p lending yang menawarkan alternatif investasi yang memberikan keuntungan, sekaligus berdampak nyata pada peningkatan perekonomian masyarakat di pedesaan.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×