kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,44   3,55   0.39%
  • EMAS925.000 -0,54%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Penanaman mangrove didorong untuk pulihkan lingkungan dan ekonomi masyarakat


Kamis, 04 Maret 2021 / 10:02 WIB
Penanaman mangrove didorong untuk pulihkan lingkungan dan ekonomi masyarakat
ILUSTRASI. Wisata telusur hutan tanaman pohon bakau dan mangrove di Pulau Dodola Besar, Morotai, Maluku Utara. KONTAN/Daniel Prabowo

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mencanangkan kesiapan dimulainya percepatan rehabilitasi mangrove. Hal ini ditandai dengan kick off penanaman mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Banten pada 3 Maret 2021.

Lokasi penanaman berada di wilayah Perum Perhutani, tepatnya di wilayah KPH Banten, BKPH Serang, RPH Tangerang. Areal seluas ± 35 hektare ini dikelola bersama kelompok binaan Perhutani, LMDH Tanjung Tapas Jaya. 

Kepala BRGM, Hartono mengatakan kesiapan BRGM dalam melaksanakan tugas percepatan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove yang dilakukan secara inklusif dan melibatkan semua pihak. 

Baca Juga: Ini tanggapan pelaku usaha energi terkait biaya pembangkit EBT yang kalah kompetitif

“Dalam dua bulan ini, koordinasi intensif dilakukan BRGM dengan KLHK, KKP, Kemendes dan Kemenko Marves guna penyiapan pelaksanaan rehabilitasi mangrove. Secara paralel kami juga membangun komunikasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat, perusahaan dan lembaga donor. Disamping persiapan teknis dan kelembagaan”, kata Hartono dalam keterangannya, Kamis (4/3).

Program rehabilitasi mangrove ini sejalan dengan visi pembangunan Presiden Jokowi, yaitu untuk pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan. Perpres Nomor 120 Tahun 2020 telah mengamanahkan pelaksanaan rehabilitasi mangrove seluas 600.000 dilakukan dengan pendekatan padat karya, sehingga program ini harus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Menko Martimves, Luhut B. Panjaitan menyampaikan mangrove telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia, terutama melindungi dari dampak perubahan iklim. Mangrove dapat menahan ombak besar karena angin kencang dan tsunami. Mangrove juga memiliki potensi penyimpanan karbon yang besar. 

“Kawasan mangrove dapat dimanfaatkan melalui pengembangan ekowisata. Produk mangrove pun dapat diolah untuk dikonsumsi ataupun dijual sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat,” tambah Luhut.

Baca Juga: RKAB tidak sesuai berisiko buka jalan untuk penambangan timah ilegal

Di lapangan, pelaksanaan rehabilitasi mangrove akan dilakukan bersama oleh  Kementerian LHK, KKP,  Kementerian Desa PDTT, dan tentu saja BRGM.  Pendekatan pemberdayaan masyarakat termasuk pengembangan ekowisata akan digalakkan di lokasi-lokasi kegiatan rehabilitasi.

Kegiatan kick off Penanaman Mangrove ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri KKP, Kepala BRGM, Dirut Perhutani dan Bupati Tangerang.

Rehabilitasi mangrove sebelumnya telah dilakukan Kementerian LHK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pembinaan terhadap pelaksanaan rehabilitasi mangrove di lapangan oleh masyarakat dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis KLHK.

Selanjutnya: Pesan IDI: Jika ada saudara bertamu, tetap dipakai maskernya

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag


TERBARU
Kontan Academy
(VIRTUAL) NEGOTIATION FOR EVERYONE Batch 2 Panduan cepat Strategi Pemasaran Berbasis KPI

[X]
×