kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.071   -39,00   -0,22%
  • IDX 6.053   13,08   0,22%
  • KOMPAS100 791   2,79   0,35%
  • LQ45 601   1,99   0,33%
  • ISSI 210   -0,40   -0,19%
  • IDX30 340   1,04   0,31%
  • IDXHIDIV20 423   0,78   0,19%
  • IDX80 90   0,29   0,32%
  • IDXV30 115   -0,26   -0,22%
  • IDXQ30 109   0,27   0,25%

Pemerintah terus matangkan program pembatasan BBM bersubsidi


Senin, 07 Februari 2011 / 21:09 WIB
ILUSTRASI. Fitur kategori GrabFood


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Program pembatasan BBM terus dimatangkan kajiannya oleh pemerintah. Pemerintah ngotot untuk dapat menerapkan program ini pada akhir kuartal satu nanti.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan pemerintah bersama Badan Kebijakan Fiskal (BKF) terus menghitung agar pembatasan ini tidak berujung pada inflasi. "Apa yang belum kita lakukan di 2010 akan kita terus sempuirnakan di tahun ini," kata Agus, Senin (7/1).

Menkeu mengingatkan, agar tidak memicu inflasi, penerapan kebijakan ini harus terus dipantau secara seksama. "Memang kalau tidak hati-hati bisa berakibat pada inflasi. Makanya pemerintah sedang menyiapkan pembatasan BBM bersubsidi ini dimulai dari Jakarta," ungkap Agus.

Sementara itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh mengaku pemerintah terus melakukan pantauan dan kajian. “Kita lakukan terus kok, sesuai dengan kesepakatan dengan DPR RI. Tetapi bagamina timing penerapannya saya kira pertimbangannya banyak, dan pemerintah akan sangat hati-hati,” ucapnya.

Jika pembatasan ini berhasil diberlakukan, maka akan banyak program-program baru yang bisa dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Diantaranya, program pengadaan listrik untuk rakyat. Sekarang ini, ada 19 juta rakyat belum dapat listrik. Kita harus piikirkan dengan lengkap,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×