kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.608   55,00   0,31%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah tengah memproses reformasi ekonomi


Selasa, 13 Maret 2018 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Rapat Kabinet Paripurna


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia tengah menyusun reformasi ekonomi untuk memudahkan investor dalam berinvestasi.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat bertemu US Asean Business Council di Istana Negara, Selasa (13/2). "Kami terus melakukan reformasi ekonomi, untuk itu berika saya waktu dua bulan," ungkapnya saat memberikan sambutan.

Lalu apa reformasi ekonomi yang dimaksud? Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan hal tersebut masih rahasia. "Kalau kata pak Presiden ini masih rahasia," katanya di Istana Negara.

Hal yang sama juga diutarakan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. "Belum tahu tunggu aja," jelas dia. 

Meski begitu, Luhut bilang, reformasi akan lebih kepada penyederhanaan regulasi. "Beda dengan single submission yang akan segera diluncurkan," katanya.

Menurut Luhut, penyederhanaan reformasi ekonomi itu dilakukan seiring kompetitifnya persaingan di negara-negara Asean. Sehingga perlu dibuat regulasi yang membuat Indonesia tak kalah dengan negara Asean yang lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×