kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pemerintah tegaskan hanya impor binatang hidup yang dihentikan sementara dari China


Kamis, 13 Februari 2020 / 15:33 WIB
Pemerintah tegaskan hanya impor binatang hidup yang dihentikan sementara dari China
ILUSTRASI. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir (kiri) berbicara pada diskusi bertema Bersatu Untuk Rupiah di Jakarta, Senin (10/9).

Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan menghentikan sementara impor binatang hidup dari China atau importasi binatang hidup yang telah transit dari China. Penghentian impor sementara tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Larangan Impor Sementara Binatang Hidup dari RRT yang berlaku efektif mulai 7 Februari 2020. 

Namun Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menegaskan, tidak ada komoditas lain yang dihentikan impornya dari China selain yang sudah ditetapkan dalam Permendag 10/2020 tersebut. 

Baca Juga: Cegah penyebaran corona, Ini produk yang sementara dihentikan impornya dari China

“Isu-isu yang beredar mengenai pelarangan impor komoditas hortikultura lainnya dari China belakangan ini itu tidak benar. Hanya binatang hidup saja (yang dilarang) yang sudah keluar Permendag-nya,” tutur Iskandar, Kamis (13/2). 

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menambahkan, pemerintah mengambil keputusan kebijakan berdasarkan pengamatan terhadap perkembangan nasional dan bukti ilmiah (scientific evidence). Penghentian impor hanya diterapkan pada komoditas yang diketahui dapat menjadi pembawa (carrier) virus . 

Baca Juga: Kemendag terbitkan aturan penghentian sementara impor binatang hidup dari China

“Sejauh ini hanya impor binatang hidup, tidak termasuk produk perikanan, yang dilarang impornya dan itu pun sifatnya sementara. yang lain-lain tidak ada, karena tidak ada hubungannya dengan carrier virus Corona (Covid-19),” tutur Oke di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (13/2). 




TERBARU

Close [X]
×