kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Pemerintah Sudah Mengantisipasi Terkait FTA


Selasa, 19 Januari 2010 / 14:05 WIB
Pemerintah Sudah Mengantisipasi Terkait FTA


Reporter: Martina Prianti | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemerintah mengklaim, sudah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas ASEAN China. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah sudah membuat tim terkait pelaksanaan FTA.

"Seperti bagaimana Ditjen Bea Cukai menerapkan early warning sytem dalam mengawasi apakah ada lonjakan impor," ucap Hatta, Selasa (19/1). Hatta melanjutkan, pemerintah juga telah mewajibkan barang yang masuk ke Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia.

Selain itu, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan produk sesuai dengan standar nasional. "Diperketat juga surat keterangan asal (SKA) barang yang keluar masuk Indonesia oleh Bea Cukai," sambungnya.

Untuk memastikan pelaksanaan itu, rencananya pemerintah yang diwakili Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat, akan melakukan pengecekan langsung arus barang di pelabuhan Tanjung Priok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×