kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Pemerintah Siapkan Opsi Lahan untuk Investor Industri Sapi Perah Vietnam


Kamis, 31 Oktober 2024 / 16:34 WIB
Pemerintah Siapkan Opsi Lahan untuk Investor Industri Sapi Perah Vietnam
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Mentan Amran melaporkan pada Presiden Prabowo tentang adanya investor dari vietnam untuk membangun industri sapi perah di Indonesia.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto tentang adanya investor dari vietnam untuk membangun industri sapi perah di Indonesia.

Meski begitu, Amran belum bisa menjelaskan jumlah investasi yang akan dilakukan di Indonesia.

"Kami mengawal agar bisa permudah mereka dan mau investasi di Indonesia," ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (31/10).

Baca Juga: Wamentan Sebut Ada 60 Perusahaan Minat Impor Sapi untuk Program Makan Bergizi Gratis

Amran menambahkan, banyaknya sapi perah yang dibawa industri tersebut tergantung lahan yang disiapkan. Ia bilang perusahaan itu merupakan perusahaan besar yang telah memiliki cabang di Amerika Serikat, Rusia, Selandia Baru, dan Australia.

"Kalau sapi itu di Poso luasnya (lahan yang disiapkan) 12.000 hektar, kalau di Sulawesi Selatan ada kurang lebih 20.000 sampai 30.000 hektar, Kalimantan Tengah mungkin 50.000 hektar," jelas Amran.

Sebelumnya, Amran menegaskan tujuan dari investasi ini adalah untuk mensejahterakan petani, menekan impor, membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan mengurangi kemiskinan.

"Kalau investasinya lancar, tiga sampai lima tahun target produksinya 1,8 juta ton," ungkap Amran.

Baca Juga: Kementan Tegaskan Tak Ada Wacana Impor 1,8 Juta Ton Susu Untuk Makan Bergizi Gratis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×