Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Menghadapi pasar bebas Asia-Pasifik di masa mendatang, pemerintah bersama kalangan pengusaha, dan akademisi menyamakan persepsi. Pasalnya, Indonesia tidak memiliki pilihan selain menghadapi pasar bebas tersebut.
Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Diplomasi Perdagnagan Sondang Anggraini dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3) mengatakan pemerintah bersama kalangan pengusaha dan akademisi menyamakan persepsi dalam menghadapi pasar global dalam rangka meningkatkan pemahaman yang sama untuk menyambut era pasar bebas tersebut. Salah satunya pemerintah mengadakan workshop bertema Free Trade Area of the Asia Pacific (FTAAP) pada pekan lalu.
"Workshop ini diadakan untuk menyiapkan strategi dalam menghadapi realisasi kawasan perdagangan bebas Asia Pasifik FTAAP yang terus bergulir di forum kerjama APEC," ujar Sondang.
Sodang bilang, pembentukan FTAAP telah menjadi cita-cita APEC sejak 2006 untuk mengatasi dampak negatif meningkatnya Regional Trade Agreement (RTA) maupun Free Trade Agreement (FTA) di kawasan regional Asia Pasifik.
Pada KTT APEC November 2014 lalu, pemimpin APEC menyepakati upaya mewujudkan FTAAP, ‘from vision to reality’. Bagi sebagian pihak, penerapan FTAAP dipercaya dapat lebih mendorong peningkatan perekonomian di kawasan APEC melalui kemudahan dan keterbukaan berbagai akses ekonomi. Di sisi lain, persaingan di sektor usaha juga akan semakin meningkat.
Beberapa langkah strategis dapat dilakukan oleh semua pemangku kepentingan di Indonesia. Perlu ditinjau secara menyeluruh peraturan-peraturan domestik yang menghambat ekspor-impor, pemetaan (roadmap) FTA yang strategis dan menguntungkan bagi Indonesia juga perlu dilakukan dengan pemikiran yang terbuka.
Dalam era perdagangan saat ini, diperlukan interaksi dan komunikasi dengan ekonomi atau negara lain guna mengatasi keterbatasan kapasitas domestik, serta membentuk strategi dan pemetaan yang jelas tentang apa yang sebenarnya kita inginkan pada setiap forum perundingan perdagangan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













