kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pemerintah pastikan alat pelindung diri penanganan corona mencukupi


Selasa, 10 Maret 2020 / 17:57 WIB
ILUSTRASI. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona.


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto memastikan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan virus corona (Covid-19) mencukupi. Dia mengatakan, pemerintah sudah mendatangkan APD dari berbagai negara.

"APD kita sudah ada banyak sekarang. Kita sudah menemukan pemasok di luar produk China. Dari Eropa juga sudah bisa kita akses untuk mendapatkan itu," ujar Achmad, Selasa (10/3).

Menurut Achmad, APD tersebut dibeli dari berbagai negara seperti India, Eropa, hingga Denmark.

Achmad mengakui, kabar bahwa ada rumah sakit di daerah yang kekurangan APD adalah benar. Namun, dia mengatakan setiap alat kesehatan seperti APD telah disiapkan di setiap provinsi.

Karena itu, dia meminta rumah sakit daerah meminta APD yang dibutuhkan ke provinsi bila memang stok yang dimiliki telah habis, dan provinsi mengontrol stok APD di daerah.

"Seperti kemarin, kita tahu ada yang menggunakan jas hujan yang dilakban dan sebagainya. Padahal di provinsi masih ada. Ini yang kemudian saya katakan koordinasilah yang baik  antara daerah," ujar Achmad.

Tak hanya dikontrol oleh provinsi, dia juga mengatakan, pihaknya terus memantau APD tersebut. Semuanya bisa dilihat di  sistem pemantauan logistik yang ada di bawah Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatann.

Selain APD, Achmad menambahkan, pemerintah sudah menambah alat uji polymerase chain reaction (PCR) untuk menguji spesimen pasien terduga corona sudah ditambah sebanyak 10.000 unit. Sehingga dia memastikan, Indonesia memiliki alat uji corona tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×