kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pemerintah pakai satelit amankan produksi pangan


Senin, 08 September 2014 / 18:06 WIB
ILUSTRASI. Mobil listrik Toyota di ajang GIIAS 2022.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) akan menggunakan tekhnologi sistem Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau Modis untuk mengamankan produksi tanaman pangan. Sistem yang tersambung ke satelit ini dapat menampilkan gambaran rill kondisi pertumbuhan tanaman pangan secara akurat dan tepat waktu.

Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Haris Syahbuddin menjelaskan, modis akan mempermudah pemerintah melakukan distribusi pupuk sehingga tidak salah sasaran dan tidak ada lagi kekurangan pupuk. "Taksiran investasinya mencapai Rp 15 miliar," kata Haris pada Senin (8/9).

Selain itu Modis mampu mendeteksi ketepatan pengambilan keputusan pengaturan air. Modis memiliki dua satelit yang berbeda yaitu satelit Aqua Modis dan satelit Terra yang citranta disebut Terra Modis.

Nantinya untuk pengamatan tanaman tertanam atau standing crop, resolusi yang dipakai adalah 250 meter sehingga gambaran yang dihasilkan lebih terlihat dan jelas. Dengan pemotretan melalui satelit nantinya dapat diketahui kondisi nyata pertanaman.

Mulai tingkat kabupaten dan kecamatan sehingga dapat dilakukan langkah pengamanan yang sesuai. Pemotretan standing crop melalui satelit menjangkau seluruh pulau Jawa, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan sentra produksi padi lainnya. Saat ini, luas pengamatan Modis mencapai 6,25 hektare yang akan diambil datanya dari Januari dan diperbaharui setiap delapan hari sekali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×