kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Pemerintah menghapus bea impor kedelai


Rabu, 25 Juli 2012 / 11:43 WIB
Pemerintah menghapus bea impor kedelai
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BNI hari ini Selasa 29 Juni 2021, intip sebelum tukar valas./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/17/07/2020


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah menghapus bea masuk impor kedelai menjadi 0%. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan harga eceran kedelai yang semakin melambung.

"Kami membebaskan bea masuk kedelai yang 5% sampai akhir tahun," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu (25/7).

Selain membebaskan bea masuk impor, pemerintah juga memberikan fasilitas dan keleluasaan kepada Koperasi perajin tahu dan tempe mengimpor langsung kedelai. Menurut Hatta, impor langsung ini akan difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan Kementerian Perindustrian.
Hatta berharap kebijakan bisa menurunkan harga kedelai.

Hatta juga berharap, pengimpor kedelai tidak memanfaatkan situasi saat ini. Dia mengatakan, Kementerian Perdagangan sudah bicara dengan pengimpor kedelai.

Sebagai informasi, pengrajin tempe tahu mendesak pemerintah mengantisipasi lonjakan harga kedelai. Mereka mengancam mogok produksi karena harga eceran kedela menembus Rp 8.000 per kilogram.

Kendati melonggarkan kebijakan impor kedelai, pemerintah akan tetap memantau impor kedelai ini. Tujuannya untuk menghindari ekses dari kebijakan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×