kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah larang maskapai naikkan harga tiket


Rabu, 18 Desember 2013 / 14:09 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sudah menjadi hal yang lumrah, kalau pengguna sarana transportasi akan meningkat menjelang liburan akhir tahun. Sebab, banyak masyarakat yang memanfaatkan waktu akhir tahun untuk berlibur marayakan tahun baru dan hari raya Natal bersama keluarga.

Namun Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan melarang setiap maskapai penerbangan menaikkan tarif. Mangindaan meminta semua pihak untuk menahan diri, agar tidak menaikan tarif sarana transportasi baik darat, laut dan udara. Meskipun ada desakan dari beberapa pihak untuk menaikkan batas atas tarif angkutan penerbangan.

Menurut Mangindaan, para maskapai itu beralasan kenaikan harga avtur membuat beban perusahaan semakin tinggi. Salah satu penyebab kenaikan harga bahn-bakar pesawat tersebut adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. “Tapi saya tidak kasih naik tarif dulu,” tegas Mangindaan, Rabu (18/12) di Jakarta.

Walau demikian, Mangindaan mengaku saat ini pihaknya masih mengkaji untuk kenaikan tarif pesawat. Jadi, menurutnya maskapai penerbangan jangan coba-coba menaikan tarif melebihi batas atas yang telah ditetapkan. Jika tidak, pemerintah siap memberikan sanksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×