kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah kaji LCS untuk biayai infrastruktur


Sabtu, 30 Desember 2017 / 08:50 WIB


Reporter: Nisa Dwiresya Putri | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tidak kehabisan akal untuk membiayai proyek infrastruktur di kemudian hari. Salah sstu peluang yang rencananya akan dimanfaatkan adalah mencari pendanaan lewat Limited Concession Scheme (LCS).

Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam kesempatan penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/12). Ia menuturkan, pemerintah tak mau membiayai infrastuktur hanya dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kita tidak mau rutinitas, harus ada inovasi pembiayaan infrastruktur, " ujar Jokowi.

Salah satunya yang telah dilakukan pemerintah baru-baru ini adalah menerbitkan obligasi global Komodo Bond di London. Ke depannya, menurut Jokowi pemerintah sedang mempersiapkan alternatif pendanaan lewat LCS.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menambahkan, LCS merupakan metodologi pendanaan dengan mengundang pihak lain untuk sama-sama menjalankan infrastruktur yang ada. Menurutnya infrastruktur tersebut bisa berupa proyek yang sudah jadi, setengah jadi, maupun yang belum jadi.

"Dengan cara dia inject sebagian uang. Misalkan itu airport udah jadi beropersasi, sebagian dioperasikan yg lain. Dan ini bisa untuk macam-macam, " tutur Wimboh.

Adanya alternatif ini, Jokowi menegaskan bahwa tak perlu ada kekhawatiran perihal pembiayaan infrastruktur. "Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Karena kepercayaan investor terhadap kota cukup baik," tegas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×