kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pemerintah kaji LCS untuk biayai infrastruktur


Sabtu, 30 Desember 2017 / 08:50 WIB
Pemerintah kaji LCS untuk biayai infrastruktur


Reporter: Nisa Dwiresya Putri | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tidak kehabisan akal untuk membiayai proyek infrastruktur di kemudian hari. Salah sstu peluang yang rencananya akan dimanfaatkan adalah mencari pendanaan lewat Limited Concession Scheme (LCS).

Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam kesempatan penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/12). Ia menuturkan, pemerintah tak mau membiayai infrastuktur hanya dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kita tidak mau rutinitas, harus ada inovasi pembiayaan infrastruktur, " ujar Jokowi.

Salah satunya yang telah dilakukan pemerintah baru-baru ini adalah menerbitkan obligasi global Komodo Bond di London. Ke depannya, menurut Jokowi pemerintah sedang mempersiapkan alternatif pendanaan lewat LCS.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menambahkan, LCS merupakan metodologi pendanaan dengan mengundang pihak lain untuk sama-sama menjalankan infrastruktur yang ada. Menurutnya infrastruktur tersebut bisa berupa proyek yang sudah jadi, setengah jadi, maupun yang belum jadi.

"Dengan cara dia inject sebagian uang. Misalkan itu airport udah jadi beropersasi, sebagian dioperasikan yg lain. Dan ini bisa untuk macam-macam, " tutur Wimboh.

Adanya alternatif ini, Jokowi menegaskan bahwa tak perlu ada kekhawatiran perihal pembiayaan infrastruktur. "Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Karena kepercayaan investor terhadap kota cukup baik," tegas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×