kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pemerintah gelontorkan Rp 10 triliun untuk selamatkan ekonomi dari efek corona


Selasa, 25 Februari 2020 / 17:51 WIB
Pemerintah gelontorkan Rp 10 triliun untuk selamatkan ekonomi dari efek corona
ILUSTRASI. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menghadiri Rapat Kerja (Raker) BPPT 2020, Senin (24/2). Pemerintah akan menggelontorkan dana hampir Rp 10 triliun untuk mendongkrak ekonomi dari dampak virus corona. (Kontan/Lidya yuniartha).

Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menggelontorkan dana hampir Rp 10 triliun untuk mendongkrak ekonomi. Langkah itu dilakukan untuk menyelamatkan Indonesia dari dampak virus corona secara ekonomi. 

Pasalnya, merosotnya ekonomi China yang menjadi lokasi utama penyebaran akan berpengaruh bagi Indonesia. "Jadi anggaran tadi disampaikan kira-kira stimulan sebesar Rp 10 triliun," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (25/2).

Baca Juga: Virus corona masih menekan pergerakan rupiah pada hari ini

Asal tahu saja, sektornya paling terdampak dari virus corona secara ekonomi adalah pariwisata. Dengan berhenti sementaranya penerbangan dari dan ke China membuat wisatawan asing merosot.

Oleh karena itu perlu ada stimulus dalam sektor pariwisata. Airlangga bilang stimulus dilakukan untuk membuat promosi pariwisata dan menekan biaya pariwisata. "Insentif untuk wisatawan mancanegara ini pemerintah memberikan alokasi tambahan sebesar Rp 298,5 miliar," terang Airlangga.

Angka itu terdiri dari alokasi untuk maskapai dan biro perjalanan. Keduanya diberikan diskon khusus ataupun semacam insentif totalnya Rp 98,5 miliar.

Wisatawan domestik juga diberikan dukungan oleh pemerintah. Pemerintah memberikan diskon 30% untuk di 10 tujuan wisata dengan kuota 25 per seat setiap penerbangan berlaku selama 3 bulan mulai Maret mendatang.

Baca Juga: Cara menangkal efek virus corona terhadap produk ekspor Indonesia

Selain itu ada pula insentif untuk sektor lainnya. Hal itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sehingga tidak mengalami penurunan. "Stimulus agar daya beli masyarakat bisa tertahan situasi ekonomi nasional," jelas Airlangga.




TERBARU

Close [X]
×