kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45975,16   -1,28   -0.13%
  • EMAS916.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.19%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Pemerintah dorong sinergi untuk hadapi kebakaran hutan


Sabtu, 18 September 2021 / 17:32 WIB
Pemerintah dorong sinergi untuk hadapi kebakaran hutan
ILUSTRASI. Relawan pemadam kebakaran melakukan proses pembasahan lahan gambut yang terbakar di wilayah Jalan Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (7/10/2020). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/foc.

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka HUT 19 Manggala Agni, Kementerian Kominfo menggelar kegiatan Webinar Creative Talks Pojok Literasi dengan tema "Manggala Agni, Sang Pejuang Langit Biru". 

"Kami mengapresiasi tugas pengendalian karhutla oleh berbagai pihak, semoga ke depannya kita semua dapat terus bersinergi dan bekerja sama dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong dalam keterangannya, Sabtu (18/9).

Usman menambahkan, salah satu yang menjadi penyebab dari kebakaran hutan dan lahan adalah aktivitas manusia. Oleh sebab itu, adalah menjadi tugas kita semua untuk melakukan pendekatan dan pendampingan kepada masyarakat sebagai mitra untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam beraktivitas dan menghindari serta turut menjaga lingkungan dari hal-hal yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. 

Septriana Tangkary, Direktur Informasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo menyebut bahwa dalam upaya melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan karhutla, Kementerian Kominfo terus bekerja sama dengan Kementerian LHK melalui beberapa upaya yang telah dilakukan.

Baca Juga: Kalah di pengadilan, penggugat polusi udara Jakarta minta tak mengajukan banding

"Upaya sosialisasi dan edukasi yang kami lakukan kepada masyarakat,  antara lain adalah melakukan kampanye dan publikasi kerja lapangan upaya pengendalian karhutla dan penyuluhan Covid-19 di media online, media sosial, dan media televisi, serta, melakukan SMS blast peringatan dini karhutla bekerja sama dengan operator seluler," ujarnya.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Laksmi Dhewanthi menjelaskan solusi penanganan karhutla tidak boleh hanya secara spontan saja, pencegahan karhutla juga harus dilakukan secara permanen.

Dia bilang tiga solusi permanen dalam upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan adalah solusi dan upaya menanggulangi karhutla, tidak hanya upaya pemadaman ketika karhutla, tapi membangun sistem terpadu, yakni pertama memperkuat analisis iklim dan langkah langkahnya.

"Kedua di tingkat operasional juga dikendalikan, upaya patroli, bagaimana kesiapan pemadaman, teknik water bombing, atau koordinasi dengan masyarakat peduli api, Ketiga memperbaiki pengelolaan landscape dalam menekan potensi karhutla," terangnya. 

Baca Juga: Pertamina salurkan Dex 50 PPM untuk konsumen industri Indonesia

Di sisi lain, Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau, Edwin Putra menceritakan pengalaman dan kebanggaannya selama mengabdi sebagai Manggala Agni.

"Menjadi Manggala Agni, adalah kebanggaan, meskipun tugas berat dan penuh tantangan, bertaruh nyawa, tapi bisa menjadi orang yang berguna. Dukanya kami melakukan pemadaman jauh dari akses, minim bekal dan logistik, menginap di hutan, malah beberapa kali berhadapan binatang buas. Namun, banyak suka daripada duka, banyak memiliki hubungan baik dengan masyarakat, diberikan ilmu dan pengetahuan, serta dapat berkoordinasi dengan TNI, POLRI, BPBD, Pemda," tuturnya. 

Selanjutnya: Penggugat polusi udara Jakarta minta Jokowi tak ajukan banding

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×